Yuni Astuti Dukung Langkah Walikota Hasto Wardoyo Tutup Daycare Tak Berizin
Saya sebagai seorang perempuan dan juga seorang ibu merasa sakit hati dan marah.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Tokoh perempuan di DIY Yuni Astuti mendukung langkah dan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta yang akan menutup daycare atau tempat penitipan anak tidak berizin. Dia pun mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.
"Saya mengapresiasi dan mendukung langkah strategis yang dilakukan oleh Pak Walikota Hasto Wardoyo dalam penanganan kasus daycare itu. Langkah tegas memang harus dilakukan yakni menutup daycare-daycare yang tak berizin," ucap Yuni Astuti, Senin (27/4/2026).
Komandan Koti Mahatidana MPW Pemuda Pancasila DIY ini menegaskan langkah tegas berupa penutupan ini diperlukan untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tak lagi terjadi.
Bagi politisi Partai Gerindra ini, jangan sampai ada anak-anak yang menjadi korban kekerasan. Yuni Astuti menilai anak-anak ini merupakan aset bagi orang tua maupun bagi bangsa.
Usut tuntas
"Anak-anak ini adalah masa depan kita. Besok ke depannya mereka yang akan melanjutkan negara Indonesia ini. Jangan sampai anak-anak ini jadi korban. Kasus dugaan kekerasan ini harus diusut tuntas dan pelakunya dihukum berat agar peristiwa serupa tak terjadi lagi," tandasnya.
"Saya sebagai seorang perempuan dan juga seorang ibu tentu merasa sakit hati dan marah mendengar kejadian di daycare itu. Tentu saya akan berdiri di samping para orang tua yang sedang berjuang memperjuangkan keadilan bagi anak-anaknya dan saya siap memberikan dukungan," tambahnya.
Yuni Astuti menilai langkah Pemkot Yogyakarta untuk memberikan bantuan psikologis bagi anak dan orang tua ini sudah tepat. Trauma yang mendalam tentu dirasakan tak hanya oleh anak tapi juga orang tua.
"Orang tua ini juga pasti terkena dampak psikologis juga. Mereka sudah bekerja keras untuk memberikan yang terbaik untuk anaknya tapi justru dikhianati oleh kepala yayasan dan pengasuh di daycare itu," tegasnya.
Langkah tegas
Menurutnya, pendampingan psikologis ini dibutuhkan oleh anak dan orang tua yang menjadi korban. “Harapan saya, dengan pendampingan psikologis ini bisa mengatasi trauma yang dialami anak dan orang tuanya," kata Yuni Astuti.
Sebelumnya, Pemkot Yogyakarta menyatakan akan mengambil langkah tegas terkait kasus pengelola daycare yang diduga melakukan penganiayaan, perlakuan diskriminatif dan perbuatan tidak manusiawi.
Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyatakan benar daycare yang melakukan kekerasan terhadap anak itu tidak memiliki izin. Pasca-kejadian dirinya akan melakukan sweeping atau penyisiran daycare di wilayah Kota Yogyakarta.
"Paling lama dua hari kita sudah tahu semua status daycare yang ada di Kota Yogyakarta. Tanpa izin itu jelas ilegal, harus segera ditutup. Pasti (langsung ditutup yang tidak berizin), salah satu syarat izin kan divisitasi," katanya.
Bantuan psikologi
Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga akan memberikan bantuan hukum kepada para korban. Bantuan psikolog untuk mendampingi anak dan orang tua juga akan dibentuk oleh Pemkot Yogyakarta.
"Kita segera membentuk tim untuk mendampingi anaknya, tentu butuh psikologi anak, butuh ahli gizi anak, butuh ahli parenting. Yang kedua, orang tua juga mengalami suatu, stres, terkejut, sehingga tadi menangis (saat) menyampaikan. Mereka juga menginginkan pendampingan psikologis," kata Hasto. (*)
---
