Rumah Sakit AMC Yogyakarta Meluncurkan Layanan Baru
Ilmu kedokteran saat ini mulai bergeser, bukan hanya mengobati penyakit.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Memasuki usia keenam, Rumah Sakit AMC Yogyakarta terus memperluas layanan kesehatan dengan mengusung pendekatan yang tidak hanya fokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga pencegahan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Momentum ulang tahun kali ini dimanfaatkan rumah sakit tersebut untuk meluncurkan sejumlah layanan baru, mulai dari wellness center, AMC Exercise Center hingga layanan CT Scan yang memperkuat kemampuan diagnostik.
Kasi Pelayanan dan Standardisasi Fasyankes Dinas Kesehatan DIY, dr Fitri Indah Setiyawati, menyampaikan RS AMC telah menunjukkan komitmennya menyediakan pelayanan kesehatan yang bermutu, cepat, aman serta terus berinovasi sesuai kebutuhan masyarakat.
“Rumah Sakit AMC telah membuktikan komitmen memberikan layanan kesehatan yang bermutu, berkualitas, cepat dan aman,” ujarnya.
Kearifan lokal
Menurutnya, layanan wellness menjadi terobosan penting karena menggabungkan aspek kesehatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang berbasis kearifan lokal.
Selain itu, AMC Exercise Center dinilai sebagai langkah maju karena rumah sakit tidak lagi hanya fokus pada pengobatan, tetapi mulai mengedepankan gaya hidup sehat yang didampingi tenaga medis.
Peluncuran layanan CT Scan juga dinilai semakin memperkuat kualitas pelayanan diagnostik sehingga masyarakat memperoleh akses pemeriksaan yang lebih lengkap dan bermutu.
“Masyarakat bisa mendapatkan layanan dengan bimbingan tenaga medis sehingga masyarakat semakin sehat dan bugar,” katanya.
Target 2030
Sementara itu Direktur Utama RS AMC Yogyakarta drg Betha Candra Sari MPH menjelaskan, rumah sakit yang mulai beroperasi pada 2021 dan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sejak 2022 itu mentargetkan menjadi rumah sakit pilihan pada 2030.
Menurutnya, visi tersebut diwujudkan dengan pelayanan yang lengkap dan pengalaman berobat yang nyaman bagi pasien. “Kami hadir tidak sekadar melengkapi, tetapi memberikan layanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat sehingga pengalaman pasien dalam memperoleh layanan kesehatan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Saat ini RS AMC memiliki 18 poliklinik spesialis dengan dukungan 59 dokter spesialis. Sejumlah dokter spesialis tambahan juga telah menyatakan bergabung, sementara rumah sakit terus melakukan penyesuaian sarana dan ruang pelayanan.
Pada layanan rawat inap, rumah sakit menambah kapasitas ruang VIP dari delapan menjadi 12 kamar. Di sisi lain, RS AMC tetap memperbanyak ruang kelas III sebagai bentuk komitmen memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
Lebih nyaman
Rumah sakit juga telah menerapkan standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang ditetapkan pemerintah, dengan satu ruangan hanya diisi tiga tempat tidur sehingga pasien memperoleh ruang yang lebih nyaman.
Transformasi yang dilakukan RS AMC juga menyasar layanan Medical Wellness. Konsep tersebut dibangun dengan tujuan mempertahankan masyarakat yang sehat agar tetap sehat, bukan hanya mengobati orang yang sakit.
Sejumlah layanan yang dikembangkan antara lain terapi ozon, akupuntur medik yang dilakukan dokter spesialis, hingga terapi stem cell yang menjadi salah satu perkembangan terbaru di dunia kedokteran.
“Ilmu kedokteran saat ini mulai bergeser, bukan hanya mengobati penyakit tetapi juga memperkuat sel sehingga proses penyembuhan lebih cepat dan potensi sakit dapat dikurangi,” jelasnya.
Peralatan modern
Selain itu, layanan rehabilitasi medik juga diperkuat dengan berbagai peralatan modern untuk meningkatkan kualitas pemulihan pasien. Tidak hanya meningkatkan layanan klinis, RS AMC juga memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui kanal digital yang ditujukan khusus bagi lansia dan ibu hamil.
Program tersebut diwujudkan melalui kanal informasi “Lansia Tangguh” dan “Happy Mom Parenting Club” yang dirancang dengan informasi singkat, mudah dipahami dan berbasis ilmu kedokteran.
Langkah itu diambil karena sebagian besar kasus penyakit yang ditemui di Kota Yogyakarta didominasi kelompok lanjut usia. Pemerintah juga sedang berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi.
Melalui kanal tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh informasi kesehatan yang benar sehingga tidak mudah terjebak informasi yang menyesatkan. RS AMC juga memberikan layanan pendampingan bagi ibu hamil dan ibu pasca melahirkan.
Kritik masyarakat
"Tidak hanya mendapatkan perawatan, para ibu juga diberikan edukasi mengenai pengasuhan bayi, teknik menyusui yang benar, hingga perawatan pascamelahirkan," jelasnya.
Di dalam tata kelola rumah sakit, RS AMC mengedepankan prinsip good hospital governance dengan membuka ruang kritik dan masukan dari masyarakat. Berbagai indikator mutu pelayanan dipublikasikan secara berkala melalui media sosial rumah sakit sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada publik.
Selain itu, rumah sakit menyediakan saluran pengaduan yang dapat diakses langsung oleh masyarakat. Seluruh laporan yang masuk dipantau langsung oleh jajaran direksi dan dijadikan bahan evaluasi pelayanan.
“Kinerja rumah sakit harus siap dipublikasikan dan siap dikritik. Kritik dari masyarakat bukan perlawanan, tetapi bagian dari proses kami untuk terus bertumbuh,” ujarnya. (*)
Yvesta Putu Ayu Palupi
