Penulis Asal Bantul Bambang Nugroho Terbitkan Buku Antologi Geguritan
Berisi tulisan karyanya yang pernah dimuat di berbagai media massa sejak dirinya berkarya tahun 1980-an.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Seorang penulis asal Bangunjiwo Kapanewon Kasihan Kabupaten Bantul, Bambang Nugroho, menerbitkan tiga kumpulan buku antologi geguritan dengan judul Nggayuh Kautaman, crita cekak Hotel Indah dan esai/opini Omong Maton.
Melalui siaran pers ke redaksi koranbernas.id, Kamis (13/11/2025), Bambang mengatakan antologi berisi tulisan karyanya yang pernah dimuat di berbagai media massa sejak dirinya berkarya tahun 1980-an utamanya sastra Jawa terutama geguritan, crita cekak (cerkak) juga esai (opini).
"Untuk mengetahui mengenai apa saja isi tulisan tersebut, kapan dan di mana dimuat maka tulisan-tulisan yang pernah dimuat tersebut kemudian saya dokumentasikan dan dibukukan dalam tiga kumpulan buku antologi," kata Bambang.
Buku antologi geguritan Nggayuh Kautaman berisi 212 karya yang dimuat periode 2015-2025 dengan pengantar Ardini Pangastuti Bn. Buku antologi cerkak Hotel Indah berisi 23 judul cerkak dengan pengantar Margareth Widhy Pratiwi. Dan buku antologi esai Omong Maton berisi 43 judul dengan pengantar Dhanu Priyo Prabowo.
Wujud budaya
Dalam pengantar antologi cerkak Hotel Indah, Margareth Widhy Pratiwi seorang pengarang sastra Jawa senior antara lain menyebutkan Bambang Nugroho berhasil menunjukkan bahwa hasil sastra Jawa berupa cerkak tercipta sebagai wujud budaya yang hidup bukan barang mati.
Sehingga, menampakkan dulce et utile yaitu selain memuat keindahan lewat bahasa dan kalimat tetapi juga mempunya manfaat terhadap kehidupan.
Sementara itu Dhanu Priyo Prabhowo seorang peneliti sastra Jawa dalam pengantarnya untuk buku antologi esai Omong Maton antara lain menyebutkan bahwa yang penting dan menyenangkan membaca tulisan Bambang Nugroho tersebut bahasanya disusun dengan logika Jawa yang enak dibaca, lincah dan tidak terlalu panjang di setiap judulnya.
Dengan demikian tema yang diuraikan mudah dimengerti apa yang dimaksudkan, karena masih tetap kontekstual dengan zamannya minimal sebagai pengingat terhadap suatu peristiwa bagi yang telah lupa.
Indah dibaca
Sedangkan Ardini Pangastuti Bn seorang novelis sastra Jawa dalam pengantarnya antara lain menyebutkan suka duka kehidupan yang diuraikan dalam antologi geguritan Nggayuh Kautaman karya Bambang Nugroho sangat indah untuk dibaca dan dihayati maknanya karena kedalaman maknanya yang sangat lengkap.
Selain sebagai penulis Bambang Nugroho adalah seorang pensiunan ASN Sekretariat KPU Kabupaten Bantul dan pernah menjadi wartawan sebuah surat.kabar. (*)
Sariyati Wijaya
