UAD Perkuat Literasi Digital Guru TK melalui Workshop Pembelajaran Adaptif

UAD Perkuat Literasi Digital Guru TK melalui Workshop Pembelajaran Adaptif
Workshop "Membangun Lingkungan Belajar yang Adaptif di Era Digital bagi Guru TK ABA Blunyah" yang diselenggarakan UAD pada 20–21 Mei 2026 di Aula SD Muhammadiyah Blunyah. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital terus dilakukan. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar workshop bertema "Membangun Lingkungan Belajar yang Adaptif di Era Digital bagi Guru TK ABA Blunyah" pada 20–21 Mei 2026 di Aula SD Muhammadiyah Blunyah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas pendidik anak usia dini dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran. Diikuti 20 guru, program ini digagas oleh dosen UAD, Asih Mardati, M.Pd., bersama Hanum Hanifa Sukma, M.Pd., dan Probosiwi, M.Sn.

"Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran adaptif dan berdiferensiasi, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar-mengajar pada pendidikan anak usia dini," papar Ketua Tim Pengabdian, Asih Mardati, M.Pd., dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/7/2026).

Asih menjelaskan setiap anak memiliki kebutuhan, minat, dan karakteristik yang berbeda sehingga guru perlu memiliki kemampuan untuk menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi peserta didik.

"Lingkungan belajar yang adaptif menjadi salah satu kunci dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan bermakna," ujarnya.

Dalam workshop tersebut, peserta memperoleh materi mengenai konsep lingkungan belajar adaptif, pembelajaran berdiferensiasi, literasi digital, hingga praktik penyusunan perangkat pembelajaran berbasis teknologi.

Selain sesi pemaparan materi, para guru juga mengikuti praktik penggunaan berbagai media digital edukatif yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

Melalui pendekatan tersebut, guru diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan berpusat pada anak.

Pemanfaatan teknologi juga diharapkan tidak sekadar menjadi pelengkap, tetapi mampu mendukung proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan peserta didik.

Salah satu produk yang dihasilkan peserta dalam kegiatan ini adalah media buku cerita berbasis storybook dengan bantuan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang menarik sekaligus meningkatkan kreativitas guru dalam menyampaikan materi kepada anak-anak.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti workshop. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 58,4 pada pre-test menjadi 86,6 pada post-test.

Sebanyak 85 persen peserta mengalami peningkatan pemahaman terkait konsep lingkungan belajar adaptif dan pembelajaran berdiferensiasi. Sementara itu, 80 persen peserta telah mampu menyusun rancangan pembelajaran adaptif berbasis digital secara mandiri.

"Melalui kegiatan ini, UAD berharap para guru TK ABA Blunyah semakin siap menghadapi perkembangan teknologi pendidikan sekaligus mampu menghadirkan layanan pembelajaran yang lebih inovatif, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital," tutupnya. (*)