KAI Wisata Memperkuat Layanan Premium dan Integrasi Perjalanan di Yogyakarta

KAI Wisata Memperkuat Layanan Premium dan Integrasi Perjalanan di Yogyakarta
KA Panoramic yang jadi unggulan KAI Wisata selama libur Lebaran, Senin (23/3/2026). (Yvesta putu ayu/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – PT Kereta Api Pariwisata atau KAI Wisata mempertegas arah pengembangan layanan berbasis pengalaman pelanggan. Direktur Komersial KAI Wisata, Hetty Herawati, menegaskan perusahaan kini tidak hanya berfokus pada transportasi, tetapi juga membangun ekosistem perjalanan yang terintegrasi dari awal hingga akhir.

“Ke depan, pelanggan tidak hanya membeli tiket kereta, tetapi juga menikmati keseluruhan perjalanan yang seamless, dari first mile hingga last mile,” ujar Hetty dalam Sapa Pelanggan Kereta Panoramic Argo Wilis di Stasiun Yogyakarta, Senin (23/3/2026).

Salah satu strategi utama yang diusung adalah kolaborasi Joglosemar, yang mencakup wilayah Yogyakarta, Solo, dan Semarang. Melalui kolaborasi ini, KAI Wisata menghadirkan sinergi antara layanan transportasi dan hospitality untuk memperluas konektivitas pelanggan.

Konsep ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang terintegrasi, mulai dari akses menuju stasiun hingga aktivitas wisata di destinasi akhir. Integrasi tersebut juga mencakup penguatan ekosistem stasiun sebagai pusat mobilitas sekaligus titik awal perjalanan wisata.

Dalam upaya meningkatkan kenyamanan pelanggan, KAI Wisata terus mengembangkan berbagai lini bisnis pendukung. Salah satunya adalah Luxury Lounge, fasilitas ruang tunggu premium dengan tarif mulai dari Rp 75.000 untuk durasi maksimal tiga jam.

Lounge ini menyediakan berbagai fasilitas seperti tempat duduk nyaman, stasiun pengisian daya, dan Wi-Fi. Selain itu, makanan dan minuman gratis.

"Penumpang kereta kelas premium bahkan mendapatkan akses gratis satu jam sebelum keberangkatan," paparnya.

KAI Wisata juga menghadirkan layanan hotel transit di area stasiun. Dengan tarif mulai dari Rp 215.000, layanan ini menyasar penumpang yang membutuhkan tempat istirahat singkat, baik sebelum keberangkatan pagi maupun setelah kedatangan malam.

“Ini menjadi solusi bagi pelanggan yang ingin tetap nyaman tanpa harus keluar dari area stasiun,” katanya.

KAI Wisata juga memperkuat fasilitas penunjang bagi pelanggan. Layanan premium restroom tersedia mulai dari Rp 15.000, sementara shower dan layanan tambahan dibanderol mulai Rp 65.000. Selain itu, tersedia pula locker penyimpanan dengan tarif mulai Rp 20.000 untuk menjawab kebutuhan penyimpanan barang secara aman.

Untuk mendukung kemudahan mobilitas, layanan e-Porter kini dapat diakses secara digital melalui aplikasi Access by KAI. Dengan tarif flat Rp 38.000, pelanggan dapat memesan bantuan angkut barang secara praktis tanpa harus mencari porter secara manual.

Inovasi lain yang tengah dipersiapkan adalah layanan Grab Koper yang memungkinkan pelanggan untuk melakukan penjemputan dan pengantaran koper tanpa harus membawanya sendiri. Layanan ini ditargetkan meluncur setelah periode Lebaran.

“Ini bagian dari upaya kami menghadirkan seamless journey, terutama bagi pelanggan yang membawa banyak barang,” ujarnya.

KAI Wisata juga menawarkan paket Shuttle Heritage Trip dengan harga mulai Rp 255.000. Paket ini mencakup perjalanan wisata hingga Ambarawa, termasuk pengalaman eksklusif menaiki kereta wisata heritage.

Program ini menggabungkan unsur transportasi, edukasi sejarah, dan pariwisata dalam satu paket yang menyasar wisatawan keluarga hingga pencari pengalaman unik.

Sebagai salah satu destinasi utama, Yogyakarta terus diperkuat dengan berbagai layanan kereta premium. Untuk kategori Panoramic, KAI Wisata mengoperasikan sejumlah perjalanan seperti KA Manahan Panoramic, KA Argo Wilis Panoramic, hingga KA Turangga Panoramic yang melintasi Yogyakarta.

Selain itu, tersedia pula layanan Priority seperti KA Fajar Utama YK Priority dan KA Senja Utama YK Priority, serta layanan Imperial untuk meningkatkan pilihan kenyamanan pelanggan.

"Kehadiran berbagai layanan tersebut menunjukkan komitmen KAI Wisata dalam mengembangkan konsep perjalanan berbasis pengalaman, tidak hanya sekadar mobilitas,” paparnya.

Hetty menegaskan transformasi yang dilakukan KAI Wisata merupakan bagian dari upaya menjawab perubahan kebutuhan pelanggan yang semakin mengutamakan kenyamanan, fleksibilitas, dan pengalaman.

Dengan integrasi layanan, pengembangan fasilitas premium, serta inovasi berbasis digital, KAI Wisata berharap dapat memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan perjalanan berbasis experience di Indonesia.

“Perjalanan bukan lagi sekadar berpindah tempat, tetapi menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri,” tutupnya. (*)