Gelar Muswil, Perempuan Bangsa DIY Siapkan Mesin Politik PKB Menuju Pemilu 2029

Kepengurusan DPW PKB DIY saat ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain karena 53 persen pengurusnya merupakan Perempuan.

Gelar Muswil, Perempuan Bangsa DIY Siapkan Mesin Politik PKB Menuju Pemilu 2029
Muswil Perempuan Bangsa DIY yang dihadiri Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil), Sabtu (4/7/2026), di Platinum Adisucipto Hotel & Conference Center Yogyakarta. Ini merupakan langkah strategis memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyiapkan mesin politik perempuan menyongsong Pemilu 2029.

Muswil kali ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kepemimpinan perempuan, memperluas partisipasi politik, serta memperkokoh struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput.

Sejumlah tokoh penting hadir yaitu Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa sekaligus Wakil ketua Komisi IX DPR RI Dr Hj Nihayatul Wafiroh MA, Wakil Bendahara DPP Perempuan Bangsa, Dwi Yuni, Wakil Ketua Dewan Syuro DPW PKB DIY Nyai Hj Fathimatuzzahro, Ketua DPW PKB DIY Umaruddin Masdar S Ag, Sekretaris DPW PKB DIY, Aslikh Rina Ulyaddin S Psi, jajaran Pengurus DPW Perempuan Bangsa DIY, serta Pengurus DPC Perempuan Bangsa dari seluruh kabupaten/kota se-DIY.

Ketua DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan jajaran Perempuan Bangsa DIY atas terselenggaranya Musyawarah Wilayah tersebut. Menurutnya, forum ini diharapkan mampu melahirkan kepengurusan baru yang produktif, kreatif dan memiliki semangat juang tinggi dalam membesarkan organisasi serta meningkatkan perolehan suara PKB pada Pemilu 2029.

Umaruddin yang juga Wakil Ketua DPRD DIY itu menegaskan kepengurusan DPW PKB DIY saat ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain karena 53 persen pengurusnya merupakan perempuan. Bahkan, posisi Ketua Dewan Syuro DPW PKB DIY juga dijabat oleh seorang perempuan sebagai wujud nyata komitmen PKB dalam membuka ruang kepemimpinan yang lebih luas bagi perempuan.

Peserta Muswil Perempuan Bangsa DIY, Sabtu (4/7/2026), di Platinum Adisucipto Hotel & Conference Center Yogyakarta. (istimewa)

"Semakin banyak perempuan terlibat, saya yakin partai akan semakin besar, semakin kuat dan semakin produktif. Karena itu Perempuan Bangsa harus terus bergerak, memperkuat organisasi, memperluas basis dukungan masyarakat, dan menjadi kekuatan utama dalam memenangkan PKB," ujar Umaruddin Masdar.

Dia mengajak seluruh kader Perempuan Bangsa untuk meyakini bahwa perjuangan di PKB merupakan bagian dari ikhtiar yang bernilai keberkahan. "Kita tidak membutuhkan kepengurusan yang hanya tertulis dalam Surat Keputusan. Kita membutuhkan pengurus yang benar-benar hadir, bekerja dan berkeringat bersama masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina DPP Perempuan Bangsa, Dr Hj Nihayatul Wafiroh MA menyatakan keterwakilan perempuan dalam politik tidak boleh dimaknai sebatas pemenuhan kuota 30 persen pencalonan legislatif.

Menurutnya, perempuan di lembaga legislatif sangat penting agar pengalaman dan kepentingan perempuan dapat terakomodasi dalam kebijakan publik.

"Pengalaman perempuan tidak bisa diwakilkan. Pengalaman biologis seperti menstruasi, kehamilan hingga melahirkan hanya dialami perempuan. Karena itu perempuan harus hadir dalam ruang-ruang pengambilan kebijakan. Kalau bukan perempuan yang memperjuangkan kepentingan perempuan, lalu siapa lagi?" kata Nihayatul.

Berbagai tingkatan

Dia menambahkan, berbagai kebijakan yang berpihak kepada perempuan dan anak lahir dari keberadaan perempuan di parlemen. Oleh karena itu, Perempuan Bangsa didorong tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga berani mengambil peran sebagai calon legislatif maupun pemimpin di berbagai tingkatan.

Menghadapi Pemilu 2029, Perempuan Bangsa mengusung semangat "Bergerak Bersama, Berdaya Bersama" sebagai arah perjuangan organisasi. Semangat tersebut diwujudkan melalui perluasan jangkauan organisasi kepada pelaku UMKM, guru, kelompok profesi, aktivis perempuan, mahasiswa, generasi milenial, hingga Gen Z. Selain itu, Perempuan Bangsa juga akan memperkuat gerakan sosial di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan perlindungan perempuan.

Musyawarah Wilayah ini juga menjadi momentum untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat cabang, ranting dan anak ranting. Kepengurusan yang terbentuk diharapkan tidak sekadar memenuhi kebutuhan administratif, melainkan menjadi mesin organisasi yang aktif bergerak di tengah masyarakat serta siap mengawal kemenangan PKB pada Pemilu 2029.

Melalui Musyawarah Wilayah ini, Perempuan Bangsa DIY menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat organisasi, meningkatkan kapasitas kader perempuan, memperluas kepemimpinan perempuan di bidang politik, serta menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan berkeadaban melalui kemenangan Partai Kebangkitan Bangsa pada Pemilu 2029. (*)