UMBY Gandeng Warga Kurangi Ketergantungan Gawai Melalui KAFE LENTERA

UMBY Gandeng Warga Kurangi Ketergantungan Gawai Melalui KAFE LENTERA
Tim PPK Ormawa HIMATIKA Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) bersama pemerintah dan perwakilan masyarakat Kalurahan Sidoharjo, Ngaglik, Sleman, saat sosialisasi program KAFE LENTERA yang bertujuan meningkatkan literasi anak sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gawai. (Istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN - Tingginya ketergantungan anak terhadap gawai di Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh Kulonprogo, mendorong mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) meluncurkan program pemberdayaan masyarakat bertajuk KAFE LENTERA (Literasi, Edukasi, dan Wirausaha).

Program yang dijalankan Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (HIMATIKA) UMBY tersebut akan berlangsung selama Juni hingga Oktober 2026.

Selain meningkatkan budaya literasi anak, program ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat.

Ketua Tim PPK Ormawa HIMATIKA UMBY, Fira Febianti, mengatakan Kalurahan Sidoharjo dipilih setelah tim melakukan observasi dan menemukan kebutuhan warga terhadap penguatan literasi, pengembangan kapasitas diri, serta keterampilan kewirausahaan.

"Kalurahan Sidoharjo memiliki potensi sumber daya manusia dan dukungan pemerintah yang kuat. Tantangan utama saat ini adalah tingginya tingkat ketergantungan anak-anak terhadap gawai yang membuat mereka kurang produktif," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).

"Kami ingin menyediakan ruang belajar interaktif agar mereka dapat mengembangkan kemampuan akademik, kreativitas, dan keterampilan sosial," lanjutnya.

Program tersebut telah disosialisasikan di Balai Kalurahan Sidoharjo pada 12 Juni 2026 dan dihadiri sekitar 30 perwakilan masyarakat, mulai dari pemerintah kalurahan, Karang Taruna, PKK, pengelola perpustakaan desa hingga guru sekolah.

KAFE LENTERA dikembangkan sebagai pusat pembelajaran berbasis edupreneurship yang mengintegrasikan literasi, edukasi digital, dan kewirausahaan melalui tiga program utama.

Program pertama adalah Pojok Literasi Numerasi yang menyasar siswa SD dan SMP melalui kegiatan pendampingan membaca, menulis, berhitung, permainan numerasi, puzzle matematika, dan story telling.

Program kedua, Pojok Wirausaha Digital, ditujukan bagi anggota Karang Taruna melalui pelatihan branding, pengemasan produk, pembuatan media promosi, dan pemasaran digital.

Sementara Pojok Edukasi Wirausaha menyasar kelompok PKK untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal dan produk unggulan desa.

Guru SD di Sidoharjo, Marmi, menyambut positif program tersebut. Menurutnya, KAFE LENTERA dapat menjadi alternatif kegiatan yang bermanfaat bagi anak-anak dibanding menghabiskan waktu dengan gawai.

"Program ini menjadi alternatif konkret untuk mengalihkan anak dari penggunaan gawai yang berlebihan. Kami sangat bersyukur karena ini akan membangun generasi dengan budaya literasi tinggi," ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Lurah Sidoharjo, Umari. Ia berharap kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan sumber daya manusia di wilayahnya.

"Kami menyambut baik dan berharap kolaborasi ini memberi manfaat jangka panjang, serta menjadi langkah awal membangun generasi muda Sidoharjo yang lebih cerdas, kreatif, dan berkarakter," katanya.

Dosen Pembimbing PPK Ormawa UMBY, Nafida Hetty Marhaeni, S.Pd., M.Pd., menilai program tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan masyarakat.

"Program yang dirancang HIMATIKA tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan. Kami berharap ini menjadi model sinergi antara perguruan tinggi dan desa dalam mewujudkan pembangunan berbasis literasi," tandasnya. (*)