Bupati Kebumen Akui Pernah "Sebel" Dikejar Wartawan Saat Kampanye

Bupati Kebumen Akui Pernah "Sebel" Dikejar Wartawan Saat Kampanye
Audiensi wartawan dengan Bupati Kebumen Lilis Nuryani di Rumah Berdaya, Kebumen, Senin (22/6/2026). (Istimewa)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN — Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengaku pernah merasa "sebel" saat kerap didatangi dan diikuti wartawan ketika menjalani kampanye Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen 2024.

Pengakuan itu disampaikan Lilis saat menerima audiensi wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kebumen di Rumah Berdaya, Senin (22/6/2026). Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh senda gurau.

Di hadapan para wartawan, Lilis menceritakan pengalamannya saat pertama kali berhadapan dengan media setelah memutuskan terjun ke dunia politik.

"Ih, ada apa lagi ke sini, sebel," ujar Lilis sambil tertawa mengenang reaksinya ketika melihat wartawan media lokal terus mengikuti berbagai agenda kampanyenya.

Pernyataan tersebut langsung disambut tawa para wartawan yang hadir, termasuk wartawan yang kala itu kerap meliput kegiatan kampanyenya.

Lilis mengakui, berinteraksi dengan wartawan merupakan pengalaman baru baginya. Sebagai pendatang baru di dunia politik, ia harus beradaptasi dengan berbagai konsekuensi, termasuk menghadapi liputan media dan wawancara mendadak atau doorstop interview yang menurutnya tidak mudah dilakukan pada awal masa jabatannya.

Namun seiring waktu, Lilis mulai memahami peran penting media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, ia berharap hubungan antara insan pers dan Pemerintah Kabupaten Kebumen dapat terus terjalin dengan baik.

"Kabarkan yang baik-baik ya," harapnya kepada para wartawan.

Meski demikian, Lilis menegaskan fungsi kontrol yang dijalankan pers tetap diperlukan dalam mengawasi jalannya pemerintahan, asalkan dilakukan secara berimbang.

Dalam audiensi tersebut, Lilis juga menyinggung sejumlah kebijakan pembangunan yang tengah dijalankan Pemkab Kebumen. Salah satunya revitalisasi Lapangan Manunggal Gombong yang dianggarkan pada 2026.

Menurutnya, revitalisasi lapangan yang menjadi ikon Kota Gombong itu merupakan upaya pemerintah menyediakan ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan olahraga maupun hiburan.

"Sudah lama Kota Gombong tidak tersentuh pembangunan untuk keperluan publik," kata Lilis.

Pada kesempatan itu, Lilis yang didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kebumen Wahyu Siswanti juga menyatakan kesiapannya mendukung berbagai kebutuhan organisasi wartawan, termasuk terkait sekretariat PWI Kebumen. (*)