Ratusan Karya Memenuhi Hampir Setiap Sisi Galeri
Kali ini ada 140 seniman dan 180 karya, yang berbasis di Indonesia, Thailand hingga Filipina.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Malam itu, ruang pamer Langgeng Art Foundation di Jalan Suryodiningratan Yogyakarta tampak lebih ramai dari biasanya. Bukan hanya oleh percakapan para pengunjung yang memenuhi ruangan, tetapi juga oleh ratusan karya seni yang memenuhi hampir setiap sisi galeri.
Lukisan, gambar, obyek dan berbagai medium lain dipasang rapat dari satu dinding ke dinding lainnya. Sebagian karya ditempatkan sejajar pandangan mata, sementara lainnya menjulang hingga mendekati langit-langit. Pemandangan tersebut menyambut pengunjung yang datang ke pameran Salon et Cetera yang dibuka Jumat (19/6/2026).
Pameran hasil kolaborasi Ace House Collective dan Equator Art Projects ini mengadopsi konsep pameran salon yang populer di Eropa pada abad ke-18. Dalam format tersebut, karya-karya dipasang secara padat tanpa banyak ruang kosong, menghasilkan visual yang berbeda dari tata pamer konvensional yang umumnya memberi jarak antarkarya.
Di dalam ruang pamer, pengunjung diajak menjelajahi beragam karya yang saling berdampingan tanpa pemisahan berdasarkan generasi, medium, maupun popularitas seniman.
Satu ruang
Pendekatan tersebut mempertemukan berbagai nama dalam satu ruang. Karya-karya dari perupa seperti FX Harsono, Mella Jaarsma, Wedhar Riyadi dan Uji Hahan Handoko dipresentasikan bersama karya seniman lain dari berbagai latar belakang dan generasi.
Hendra "HeHe" Harsono selaku anggota Tim Artistik Ace House Collective sekaligus seniman yang berpartisipasi dalam pameran mengatakan, Salon et Cetera lahir dari semangat berbagi ruang dan mempertemukan banyak praktik artistik dalam satu presentasi bersama.
"Salon et Cetera menghadirkan karya mereka bersama-sama, semangat, dan saling berbagi. Kami mewujudkannya dalam presentasi di dalam ruang pamer yang tidak terlalu besar," ujar Hendra ditemui di sela pembukaan pameran.
Menurutnya, keterbatasan ruang justru menjadi titik tolak untuk membangun pertemuan antarseniman dan karya. "Mungkin ini usaha kecil kami tapi dengan harapan yang besar, yaitu menjaga keberlangsungan ekosistem seni yang sehat dan saling mendukung. Kali ini ada 140 seniman dan 180 karya, yang berbasis di Indonesia, Thailand hingga Filipina," katanya.
Membangun dialog
Seniman dari Thailand dan Filipina turut memperluas cakupan pameran yang selama ini banyak berfokus pada jejaring seni di Indonesia. Partisipasi lintas negara tersebut menjadi bagian dari upaya membangun dialog yang lebih luas di tingkat regional.
Salon et Cetera berlangsung hingga 24 Juli 2026 di Langgeng Art Foundation. Galeri dibuka setiap hari pukul 10:00-22:00 dan dapat dikunjungi oleh masyarakat umum. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
