Yashinta Ajak Anak Muda Berani Jadi Pembawa Dampak

Yashinta Ajak Anak Muda Berani Jadi Pembawa Dampak
Yashinta Sekarwangi Mega menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Bangsal Sewokoprojo Gunungkidul, Sabtu (20/6/2026). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL -- Di tengah persaingan global yang semakin ketat, Anggota MPR RI, RA Yashinta Sekarwangi Mega, mengajak anak-anakmuda agar berani menjadi pembawa dampak. Kepemimpinan sejati tidak ditentukan oleh jabatan atau posisi melainkan oleh nilai dan karakter yang berakar pada Pancasila.

"Membangun kepemimpinan yang berlandaskan nilai dan mampu memberikan dampak bagi lingkungan sekitar," ujar Yashinta saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama anak muda se-Wonosari di Bangsal Sewokoprojo, Gunungkidul, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Yashinta, kepemimpinan yang kuat tidak lahir semata-mata dari kedudukan, tetapi dari prinsip yang tertanam dalam diri seseorang. Konsep rooted leadership atau kepemimpinan yang berakar pada nilai Pancasila menjadi bekal penting bagi generasi muda menghadapi berbagai tantangan masa depan.

“Kepemimpinan bukan tentang siapa yang paling tinggi, tapi siapa yang paling berdampak,” ujar Yashinta, seraya mengutip pesan Bung Karno, “Bunga mawar tidak mempropagandakan harum semerbaknya, dengan sendirinya harum itu tersebar.”

Menjadi fondasi

Yashinta menilai nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan dalam kehidupan berbangsa, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun karier. Pengalaman berorganisasi, kegiatan sosial, hingga aktivitas riset dapat menjadi ruang pembelajaran untuk melatih kepemimpinan yang otentik dan kolaboratif.

Dalam era kompetisi global, dia menyebutkan kepemimpinan sebagai salah satu pembeda dalam perjalanan karier seseorang. Karena itu, anak muda perlu mengembangkan self leadership, yakni kemampuan mengenali potensi diri, mengelola waktu dan emosi serta membangun pola pikir yang terus bertumbuh.

Selain itu, kemampuan membangun komunikasi yang efektif, empati, dan kolaborasi lintas tim juga menjadi bagian dari social leadership yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini. Seorang pemimpin, kata dia, harus memiliki visi, mampu beradaptasi, serta berani mengambil keputusan berdasarkan data dan nilai yang diyakini.

“Pemimpin yang strategis harus visioner, adaptif, dan berani mengambil keputusan berbasis data dan nilai. Kepemimpinan yang kuat akan meningkatkan career visibility dan membuka peluang promosi,” ujar anggota MPR RI termuda dari Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut.

Citra positif

Tak hanya itu, Yashinta juga mendorong generasi muda untuk membangun citra diri yang positif melalui personal branding yang kuat dan konsisten. “Tunjukkan keunikan dan nilai personal Anda. Jadilah problem solver, bukan sekadar task completer,” pesannya.

Menurut dia kesuksesan karier tidak hanya ditentukan oleh kompetensi individu, tetapi juga kontribusi yang diberikan kepada masyarakat serta kemampuan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak. “Karier bukan hanya tentang kompetensi, tapi juga tentang kontribusi dan kolaborasi,” tegasnya.

Sebagai alumni UGM dan UI yang juga pernah menempuh pendidikan internasional di Sciences Po Paris dan London School of Economics, Yashinta mengatakan nilai-nilai Pancasila dapat menjadi fondasi bagi kepemimpinan publik yang modern.

Kini, selain menjadi anggota DPD RI, dia juga aktif sebagai Presidium Kaukus Perempuan Parlemen RI dan terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam kepemimpinan nasional.

Melalui sosialisasi Empat Pilar MPR RI tersebut, Yashinta berharap semakin banyak anak muda yang tidak sekadar mengejar posisi melainkan mampu menjadi pribadi yang membawa manfaat dan perubahan bagi masyarakat. Baginya, kepemimpinan sejati dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain. (*)