Tim UMBY Melatih Peternak Jual Telur Melalui Sosial Media

Mengubah pola pemasaran konvensional menjadi pemasaran digital yang terintegrasi.

Tim UMBY Melatih Peternak Jual Telur Melalui Sosial Media

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Tim pengabdi dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) di UKM "Miftah" Krebet Kalurahan Sendangsari Kapanewon Pajangan Bantul.

Ketua tim PkM, Kakanita Ari Puspitasari SE M Sc, dalam siaran pers ke koranbernas.id, Jumat (19/6/2026), menjelaskan kegiatan telah dilaksanakan Minggu (31/5/2026).

Adapun yang menjadi anggota PkM adalah Dr Asep Rokhyadi Permana Saputra serta melibatkan dua mahasiswa yakni Irmawati dan Duwi Rahmawati. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Pemasaran Media Sosial untuk Peningkatan Omzet Penjualan dan Keberlanjutan Usaha pada UKM Peternakan Ayam Petelur Miftah”.

"Pendampingan ini dirancang secara praktis untuk menjaga keberlanjutan usaha masyarakat. Target utamanya adalah mengubah pola pemasaran konvensional menjadi pemasaran digital yang terintegrasi," kata Kakanita.

Memperluas pasar

"Kami mendampingi pelaku usaha untuk mengoptimalkan media sosial seperti Instagram Bisnis, TikTok, Facebook dan WhatsApp Business sebagai ujung tombak pemasarannya. Langkah ini krusial untuk memperluas pasar, memperkuat identitas merek dan mendorong peningkatan omzet," lanjutnya. 

Pelatihan dikemas secara personal (one-on-one) dengan memanfaatkan kecakapan digital kedua mahasiswa UMBY. Pendekatan ini dinilai sangat efektif karena mahasiswa merupakan generasi digital native yang menguasai tren konten terkini, memahami algoritma media sosial, pemahaman mereka yang kuat terhadap fitur terbaru, kemampuan adaptasi yang cepat, serta memiliki gaya komunikasi kasual yang mudah dipahami oleh pelaku UKM pemula.

Peserta langsung diajak mempraktikkan penggunaan ponsel cerdas mereka untuk menembus pasar daring. Materi difokuskan pada eksploitasi visual produk lewat Instagram, pembuatan konten proses produksi atau behind the scenes di TikTok guna membangun kepercayaan konsumen, pemanfaatan Facebook untuk merangkul pasar berbasis komunitas, hingga optimalisasi WhatsApp Business sebagai jalur pelayanan prima dan penutupan transaksi (closing).

Pemilik UKM Miftah, Dalijo, mengaku pelatihan ini membuka wawasannya, sekaligus menjadi solusi atas kendala pemasaran yang selama ini dihadapi. Sebelumnya usaha tersebut hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut dengan jangkauan lokal yang sempit.

Literasi digital

"Dulu kami mengalami kesulitan bersaing akibat keterbatasan literasi digital. Setelah pelatihan ini, kami melek teknologi. Kami jadi punya pengetahuan baru tentang cara mengambil foto produk yang bagus, membuat teks promosi (copywriting), hingga mengelola media sosial secara profesional agar pasar semakin luas," ujar Dalijo.

Digitalisasi ini sangat krusial mengingat UKM Miftah kini tengah berkembang pesat. Bisnis yang berawal dari peternakan ayam petelur berkapasitas 400 ekor dengan produksi 15 kilogram telur per hari ini, kini telah berekspansi ke berbagai sektor. Dalijo saat ini turut mengelola peternakan kambing, homestay, usaha kuliner lokal, hingga kerajinan batik kayu.

Guna mendukung kelancaran operasional dan rencana ekspansi UKM Miftah secara menyeluruh, tim PkM UMBY tidak hanya memberikan transfer ilmu pemasaran. Di penghujung acara, tim dosen turut menyerahkan bantuan fisik berupa 200 buah batako, 12 batang besi ukuran 8 mm, serta dua spanduk papan nama usaha.

Bantuan tersebut disambut gembira oleh Dalijo. Menurutnya, material bangunan tersebut akan langsung digunakan untuk merealisasikan rencana pengembangan usahanya dalam waktu dekat. "Bantuan sarana ini sangat bermanfaat. Rencananya ke depan kami akan menambah bangunan kandang baru dan mendatangkan 200 ekor ayam petelur lagi untuk meningkatkan kapasitas produksi harian," kata Dalijo. (*)