UAD Menginisiasi Smart Halal Tourism di China Lewat Aplikasi QingzhenMu

UAD Menginisiasi <i>Smart Halal Tourism</i> di China Lewat Aplikasi <i>QingzhenMu</i>
UAD mengenalkan aplikasi untuk mempermudah wisatawan Muslim mencari makanan halal dan tempat ibadah di negeri jiran. (Istimewa).
UAD Menginisiasi <i>Smart Halal Tourism</i> di China Lewat Aplikasi <i>QingzhenMu</i>

KORANBERNAS.ID, NANJING, CHINA – Masih banyak wisatawan Muslim yang menghadapi kesulitan ketika berkunjung ke negara-negara lain yang memiliki perbedaan, khususnya bahasa, termasuk China. Tantangan yang sering muncul bukan hanya persoalan bahasa, tetapi juga sulitnya menemukan restoran halal, lokasi masjid, ruang salat, serta informasi layanan ramah Muslim yang akurat dan mudah diakses. Dalam banyak kasus, wisatawan harus mencari informasi secara manual melalui media sosial, forum, atau bertanya langsung kepada warga setempat. Kondisi ini menunjukkan perlunya solusi digital yang praktis, cepat, dan dapat dipercaya untuk mendukung pengalaman perjalanan Muslim di tingkat global.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat Internasional dengan tema “Inisiasi Smart Halal Tourism di China melalui Aplikasi Muslim-Friendly QingzhenMu untuk Pengalaman Halal Global.” Dengan mengembangkan aplikasi https://qingzhenmu.org/, program ini menjadi bentuk kontribusi akademik dalam menghadirkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat internasional, khususnya wisatawan Muslim yang membutuhkan akses informasi halal secara lebih mudah. Tim pengabdian ini diketuai oleh Zalik Nuryana, dengan anggota Andri Pranolo dan Arif Rahman. Kolaborasi lintas disiplin antara bidang Pendidikan Agama Islam dan Informatika menjadi fondasi utama dalam merancang solusi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan secara teknologi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pengguna Muslim.

Ketua tim, Zalik Nuryana kepada koranbernas.id Senin (27/4/2026) menjelaskan bahwa aplikasi QingzhenMu lahir dari kebutuhan akan platform yang benar-benar user-friendly bagi wisatawan Muslim. Menurutnya, banyak pelancong Muslim yang ingin bepergian ke luar negeri, tetapi merasa ragu karena keterbatasan informasi mengenai makanan halal, tempat ibadah, hingga lingkungan yang mendukung kebutuhan spiritual selama perjalanan. Untuk menjawab persoalan tersebut, aplikasi QingzhenMu dikembangkan sebagai platform digital yang menyediakan fitur pencarian restoran halal, lokasi masjid, arah kiblat, informasi waktu salat, hingga titik-titik layanan muslim-friendly lainnya. Dengan sistem yang sederhana dan mudah digunakan, pengguna dapat memperoleh informasi penting hanya melalui satu platform.

Andri Pranolo, sebagai ahli informatika, menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi difokuskan pada kenyamanan pengguna, kecepatan akses, serta kemudahan navigasi. Sistem dirancang agar adaptif dan akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan lapangan. Menurutnya, teknologi seharusnya hadir untuk menyederhanakan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, termasuk kebutuhan wisata halal di berbagai negara. Sementara itu, Arif Rahman menambahkan bahwa manfaat aplikasi ini tidak terbatas pada sektor wisata. QingzhenMu juga berpotensi menjadi media edukasi, penguatan literasi digital, serta sarana mempererat jejaring komunitas Muslim internasional. Dengan kata lain, aplikasi ini membawa manfaat sosial, keagamaan, dan akademik sekaligus.

Program ini telah melalui beberapa tahap uji coba lapangan. Pengujian pertama dilakukan di Singapura sebagai lokasi awal untuk melihat kebutuhan pengguna di kawasan internasional. Setelah itu, pengujian dilanjutkan di Beijing, sebelum akhirnya dilaksanakan di Nanjing pada 20–25 April 2026 sebagai bagian penting dari implementasi program. Dalam proses uji coba tersebut, tim melakukan penelusuran langsung terhadap berbagai kebutuhan wisatawan Muslim, seperti mencari restoran halal, meninjau lokasi masjid, menguji akurasi titik lokasi, serta mengevaluasi fitur-fitur yang paling dibutuhkan pengguna saat berada di China. Pengalaman lapangan ini menjadi dasar penting untuk penyempurnaan sistem ke depan.

Selain pengujian teknologi, tim juga melakukan wawancara dengan sejumlah pelaku usaha halal, khususnya pengelola restoran halal di China. Mereka menyampaikan bahwa kehadiran aplikasi seperti QingzhenMu akan sangat membantu wisatawan Muslim, terutama bagi pengunjung yang baru pertama kali datang ke China dan belum memahami kondisi lokal. Informasi halal yang tersaji secara digital dinilai akan meningkatkan rasa aman dan kenyamanan wisatawan.

Tim pengabdian juga berdialog dengan mahasiswa-mahasiswa internasional Muslim yang sedang menempuh studi di China. Dari diskusi tersebut, diperoleh respons positif bahwa aplikasi ini menjawab kebutuhan nyata sehari-hari, terutama dalam menemukan makanan halal dan tempat ibadah di tengah keterbatasan informasi berbahasa asing. Kegiatan pengabdian internasional ini terlaksana melalui kerja sama dengan PCIM Tiongkok sebagai mitra strategis. Dukungan mitra sangat penting dalam proses pendampingan lapangan, penguatan jaringan komunitas, serta validasi kebutuhan pengguna di China. Melalui QingzhenMu, UAD tidak hanya mengembangkan aplikasi, tetapi juga menghadirkan solusi yang menghubungkan teknologi, kebutuhan wisata halal, dan semangat kolaborasi global. Inovasi ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi model layanan muslim-friendly yang bisa diterapkan di berbagai negara lain pada masa mendatang. (*)