Jenazah Pekerja Migran Sri Rahayu Diterima Keluarganya

Berdasarkan penjelasan keluarga, Sri Rahayu meninggal dunia 4 Juni 2026.

Jenazah Pekerja Migran Sri Rahayu Diterima Keluarganya
Penjemputan jenazah Sri Rahayu di Yogyakarta International Airport. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN – Melalui perjalanan panjang menggunakan pesawat udara Tokyo - Denpasar - Yogyakarta International Airport (YIA), jenazah Sri Rahayu, Sabtu (13/6/2026) sore, sampai di rumah duka dan diterima orang tuanya di Desa Arjosari Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen.

Penjemputan jenazah di YIA antara lain oleh pejabat Badan Perlindungan Pekerja Migran (BP2MI) Jateng, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kebumen, Cokroaminoto, pejabat BPJS Ketenagakerjaan serta Migran Care Kebumen.

Cokroaminoto mengungkapkan berdasarkan penjelasan keluarga diperoleh informasi Sri Rahayu meninggal dunia 4 Juni 2026 setelah ditikam oleh mantan pacar sesama pekerja migran di asrama Sri Rahayu.

Sedangkan pelaku MAL seorang PMI asal Bekasi diduga sakit hati dan dendam karena hubungannya dengan almarhumah berakhir.

Hubungan asmara

Menurut pengakuan Suratin, ayah dari Sri Rahayu, pelaku menjalin hubungan asmara dengan anaknya selama kurang lebih 6-12 bulan dan berniat untuk menikahi.

Pelaku selama ini sudah mencari lokasi korban dan akhirnya korban ditemukan bersama kekasih barunya. Akibat dendam yang sudah lama pelaku berkelahi dan melukai LSL (20) kekasih korban.

Setelah menikam LDL, pelaku berlari menuju korban Sri Rahayu kemudian menusuk dengan pisau hingga meninggal dunia. Insiden itu mengakibatkan seorang PMI meninggal dunia, seorang PMI lainnya serta seorang aparat kepolisian Jepang luka-luka.

"Pemkab Kebumen mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Sri Rahayu," kata Cokroaminoto. (*)