Di SPN Selopamioro, Kapolri Menyatakan Ansor Sahabat Kepolisian
Semangat dan jiwa nasionalis tetap dipertahankan dan tertanam di keluarga besar NU.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka Latihan Instruktur (LI) II, Kursus Pelatih (Suspelat) II dan Latihan Instruktur (LI) Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor, di SPN Selopamioro Kapanewon Imogiri Bantul, Sabtu (14/2/2026).
Usai pembukaan dilanjutkan simbolis pemasangan tanda peserta. Tampak hadir dan mendampingi Kabag Intelkam Komjen Yuda Gustawan, Kapolda DIY Irjen Anggoro Sukartono, Addin Jauharudin selaku Ketua Umum GP Ansor, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dan para pejabat terkait.
Dalam sambutanya Kapolri mengatakan tema kegiatan adalah Membentuk Instruktur dan Pelatih Handal Serta Melaksanakan Mandat Organisasi.
"Tentunya kegiatan ini kehormatan buat kita semua dan saya mengucapkan terima kasih atas penghormatan diundang dan membuka kegiatan ini. Tentu semua sudah mengetahui bagaimana perjalanan NU yang mana di dalamnya tentu ada Ansor yang telah berjuang luar biasa dalam kemerdekaan. Salah satunya bagaimana keterlibatan Laskar Hizbullah dan Resolusi Jihad yang digaungkan Kiai Hasyim Asyhari," kata Kapolri.
Sesi foto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Banser. (sariyati wijaya/koranbernas.id)
Semangat dan jiwa nasionalis tetap dipertahankan dan tertanam di keluarga besar NU. Sudah menjadi kesepakatan dan tekad kita bersama untuk terus menjaga bangsa kita yang sudah merdeka, Undang-Undang Dasar 1945 yang di dalamnya berisi Pancasila dan juga tujuan nasional bangsa.
Semua bisa tercapai manakala semua komponen bangsa bersatu padu tidak terpecah belah. "Dan teman-teman Ansor ini adalah sahabat kepolisian dalam rangka mencapai cita-cita bernegara. Maka sinergi harus terus terjalin baik di semua lini," kata Kapolri.
Addin Jauharudin dalam laporanya mengatakan kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang ikut kegiatan ada 6.000 personel dari DIY, Jateng dan Jatim. Selain itu, juga dihadiri 200-an peserta instruktur Banser dan pelatih Banser maupun pimpinan wilayah Ansor dari beberapa provinsi.
"Kegiatan pelatihan ini menjadi sangat penting sekali karena menyangkut soal masa depan, arah dan wajah kader juga arah dan wajah organisasi Banser ke depan. Juga arah dan wajah Nahdlatul Ulama. Semakin baik pelatihnya dan semakin baik instrukturnya maka akan semakin baik pula para kader-kadernya dan organisasinya,” katanya. (*)
Sariyati Wijaya
