KONI DIY Gandeng Lintas Sektor, Perkuat Pembinaan Atlet
Prestasi selalu lahir dari proses panjang yang melibatkan disiplin atlet, ketekunan pelatih, dukungan keluarga dan perhatian banyak pihak.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan menggandeng berbagai institusi lintas sektor untuk memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan prestasi olahraga di DIY. Kerja sama tersebut mencakup sektor pendidikan, kesehatan, media hingga teknologi digital.
Ketua Umum KONI DIY sekaligus Wakil Gubernur DIY, Sri Paku Alam X, mengatakan peningkatan prestasi olahraga tidak dapat dilakukan oleh KONI sendiri. Menurutnya, diperlukan sinergi yang berkelanjutan dengan berbagai pihak sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
"Kami mengembangkan kolaborasi dan membangun komunikasi dengan beberapa institusi yang berkenan untuk bersama-sama mengasuh dunia olahraga di Yogyakarta. Kemitraan ini disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing institusi," ujarnya usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Jumat (3/7/2026).
Dia menjelaskan, kerja sama dengan institusi teknologi digital diarahkan untuk membangun sistem data olahraga yang lebih modern, termasuk digitalisasi sistem penilaian dan peringkat atlet.
Sementara kolaborasi dengan media diharapkan dapat meningkatkan komunikasi publik sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap prestasi atlet.
"Prestasi selalu lahir dari proses panjang yang melibatkan disiplin atlet, ketekunan pelatih, dukungan keluarga dan perhatian banyak pihak. Kami berharap kerja sama ini memberikan manfaat langsung, baik dari sisi kebugaran melalui dukungan kesehatan maupun kepastian masa depan melalui jalur pendidikan," katanya.
Mitra strategis
Salah satu mitra strategis KONI DIY adalah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Rektor UMY, Prof Dr Achmad Nurmandi M Sc menyatakan kampusnya siap mendukung program pembinaan atlet melalui fasilitas kesehatan olahraga, riset, hingga beasiswa bagi mahasiswa atlet.
"Kami memiliki keunggulan berupa sarana kesehatan dan dokter spesialis kesehatan olahraga. Selain itu, kami juga memfasilitasi beasiswa bagi mahasiswa atlet di UMY agar mereka bisa terus mendukung prestasi olahraga Provinsi DIY," ujarnya.
Selain menyediakan layanan kesehatan olahraga, UMY akan mendukung KONI DIY melalui hilirisasi riset, pendampingan peningkatan performa atlet melalui Program Studi Pelatihan Olahraga, serta pembinaan psikologi olahraga (sport psychology).
Selama ini UMY juga aktif membina cabang olahraga sepak bola, bola basket, dan bola voli, serta telah menyalurkan atlet potensial ke klub-klub Liga 1 dan Liga 2.
UMY menilai dukungan infrastruktur olahraga yang terus dibangun Pemerintah DIY dan pemerintah kabupaten/kota menjadi modal penting untuk menciptakan sistem pembinaan atlet yang lebih terintegrasi melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
