Liburan Sekolah, Slasar Malioboro Jadi Tempat Singgah Favorit Wisatawan

Pengunjung dapat menikmati aktivitas kereta api yang hilir mudik keluar masuk Stasiun Yogyakarta dari area terbuka.

Liburan Sekolah, Slasar Malioboro Jadi Tempat Singgah Favorit Wisatawan
Slasar Malioboro Stasiun Yogyakarta yang jadi spot favorit wisatawan selama libur sekolah. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Musim liburan sekolah kembali membawa lonjakan wisatawan menuju Yogyakarta. Salah satu pintu masuk utama kota wisata ini, Stasiun Yogyakarta, mencatat peningkatan mobilitas penumpang yang cukup signifikan selama periode liburan tahun ini.

Data dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta menunjukkan jumlah penumpang yang datang maupun berangkat melalui Stasiun Yogyakarta hingga 26 Juni 2026 meningkat sekitar 21 persen dibandingkan periode normal.

Lonjakan tersebut menjadikan kawasan sekitar stasiun kembali ramai dipadati wisatawan dari berbagai daerah.

Menariknya, pengalaman berwisata di Kota Gudeg kini tidak harus dimulai dari kawasan Malioboro atau destinasi wisata populer lainnya. Begitu keluar dari Stasiun Yogyakarta, wisatawan kini dapat langsung menikmati suasana kota melalui kawasan Slasar Malioboro yang berada tepat di sisi stasiun.

Kawasan ini berkembang menjadi ruang publik yang memadukan kuliner, produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) hingga area bersantai yang nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Dengan akses yang hanya membutuhkan beberapa langkah dari pintu keluar stasiun, Slasar Malioboro menjadi lokasi singgah favorit sebelum wisatawan melanjutkan perjalanan menuju hotel maupun destinasi wisata lainnya.

Daya tarik

Selain menawarkan berbagai pilihan makanan dan produk lokal, kawasan tersebut juga memiliki daya tarik tersendiri karena pengunjung dapat menikmati aktivitas kereta api yang hilir mudik keluar masuk Stasiun Yogyakarta dari area terbuka yang tersedia.

Suasana tersebut menjadi pengalaman khas yang sulit ditemukan di tempat lain. Tidak sedikit wisatawan yang memanfaatkan lokasi itu untuk beristirahat sejenak setelah perjalanan panjang menggunakan kereta api maupun menunggu jadwal keberangkatan kereta berikutnya.

Pengelolaan kawasan Slasar Malioboro dilakukan oleh KAI Properti yang berupaya memberikan ruang publik yang nyaman sekaligus menjadi wadah pengembangan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan pelaku UMKM lokal.

Sekretaris Perusahaan KAI Properti, Agus Junaedi, dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026), mengatakan pengelolaan kawasan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan ruang publik yang membawa manfaat ekonomi sekaligus pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung.

"Kami ingin menghadirkan kawasan yang tidak hanya nyaman untuk dikunjungi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga mampu menjadi ruang usaha yang memberikan kesempatan berkembang bagi para pelaku UMKM," katanya.

Melalui pengelolaan yang lebih terintegrasi, Slasar Malioboro diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang tertata.

Lebih tertata

Menurut Agus, keberadaan berbagai tenant kuliner dan produk lokal juga memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk berkembang melalui sistem pengelolaan yang lebih tertata dan profesional.

Dengan ruang usaha yang lebih nyaman dan representatif, pelaku UMKM diharapkan mampu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada pengunjung yang datang selama musim liburan maupun hari-hari biasa.

Dia menilai optimalisasi aset akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila mampu menciptakan keseimbangan antara aspek bisnis, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

"Kami percaya bahwa aset yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat yang luas. Slasar Malioboro menjadi salah satu wujud bagaimana ruang usaha, aktivitas wisata dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan berdampingan," katanya.

Ke depan, KAI Properti menargetkan pengelolaan aset yang semakin adaptif dan produktif sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus memperkuat ekosistem perkeretaapian di Indonesia.

Bagi wisatawan yang menghabiskan masa liburan sekolah di Yogyakarta, Slasar Malioboro kini bukan sekadar area pelengkap stasiun, melainkan telah menjelma menjadi gerbang wisata baru yang menyambut kedatangan mereka sejak pertama kali menginjakkan kaki di Kota Yogyakarta. (*)