Digelar di Kridosono 19 Juli, Tiket Saemen Fest 2026 Hampir Ludes

Kita punya 12 penampil. Jeda hanya saat azan. Setelah itu panggung akan bergantian terus sampai malam.

Digelar di Kridosono 19 Juli, Tiket Saemen Fest 2026 Hampir Ludes
Konferensi pers Saemen Fest di Noted Palagan Yogyakarta. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Antusiasme publik terhadap Saemen Fest 2026 terus meningkat. Menjelang penyelenggaraannya pada 19 Juli 2026, panitia mengungkapkan tiket festival musik tahunan tersebut telah terjual belasan ribu lembar, hampir ludes dan hanya menyisakan kurang dari 20 persen kuota.

Founder Hectic Creative sekaligus penyelenggara Saemen Fest, Gerfian Riandra, mengatakan tingginya kepercayaan masyarakat menjadi alasan penjualan tiket berlangsung sangat cepat. Bahkan, kuota presale 3 telah ditutup lebih awal karena seluruh alokasi tiket telah habis.

"Sudah belasan ribu tiket terjual. Kita tinggal mungkin sekitar 20 persen lagi yang akan dirilis. Terima kasih teman-teman sudah percaya dengan Saemen Fest," kata Gervian saat konferensi pers Saemen Fest 2026, Selasa (30/6/2026), di Noted Palagan Yogyakarta.

Menurutnya, kepercayaan tersebut tidak lepas dari komitmen Hectic Creative yang selama lebih dari sepuluh tahun menyelenggarakan berbagai acara tanpa pernah membatalkan event, termasuk ketika pandemi melanda.

"Waktu pandemi kami sempat ditelepon karena ada pembatasan kegiatan. Daripada membatalkan acara, akhirnya kami alihkan menjadi daring. Dari sisi bisnis memang rugi, tetapi kami tidak ingin mengecewakan teman-teman yang sudah membeli tiket," ujarnya.

"Mudah-mudahan sampai seterusnya semua event yang sudah kami rilis tidak ada yang cancel," lanjutnya.

Edisi ketiga

Tahun ini menjadi penyelenggaraan Volume 3 Saemen Fest. Gervian menyebutkan edisi ketiga menjadi momentum penting agar festival tersebut dapat terus berkembang pada tahun-tahun berikutnya.

Berbeda dari dua edisi sebelumnya yang digelar di Lapangan Parkir Stadion Mandala Krida, Saemen Fest 2026 dipindahkan ke Stadion Kridosono karena membutuhkan area yang lebih luas untuk menampung peningkatan jumlah penonton.

"Venue kali ini sedikit lebih besar dari sebelumnya. Secara area jauh lebih luas sehingga lebih nyaman untuk penonton," katanya.

Selain berpindah lokasi, penyelenggara juga memajukan jadwal pelaksanaan ke bulan Juli. Keputusan itu diambil karena festival berlangsung di ruang terbuka sehingga risiko hujan dinilai lebih kecil dibanding akhir tahun.

Saemen Fest 2026 akan dikemas dua panggung bernama Echo dan Imba, yang diambil dari istilah dalam bahasa Jawa. Kedua panggung akan beroperasi secara bergantian (back-to-back), sehingga penampilan musisi berlangsung hampir tanpa jeda mulai pukul 15:00 hingga 23:00.

"Kita punya 12 penampil. Jeda hanya saat azan. Setelah itu panggung akan bergantian terus sampai malam," ujar Gerfian.

Festival tahun ini akan diisi deretan musisi lintas genre yakni Hindia, Feast, Nadin Amizah, FSTVLST, Lomba Sihir, Skandal, 510 x Vierratale, Matter Mos x Mario Zwinkle serta kolaborasi The Melting Minds x Soloensis.

Berjam-jam

Gerfian mengungkapkan FSTVLST menjadi salah satu band yang sejak awal ingin kembali ditampilkan setelah album terbaru mereka Paradoks Diametral memperoleh respons positif penggemarnya.

"Awalnya FSTVLST tidak masuk radar kami. Tapi setelah mendengarkan album barunya dan membahasnya berjam-jam di kantor, kami merasa Saemen Fest rasanya kurang lengkap tanpa mereka," ujarnya.

Vokalis Skandal, Yogha Prasiddhamukti, mengaku antusias karena untuk pertama kalinya bandnya tampil di Saemen Fest. Dia menilai festival tersebut berkembang menjadi salah satu agenda musik terbesar di Yogyakarta.

"Kami merasa terhormat bisa main di festival sebesar ini. Persiapan sudah kami lakukan, mulai workshop, penyempurnaan setlist hingga penambahan instrumen supaya pengalaman penonton lebih maksimal," katanya.

Skandal berencana membuka penampilannya dengan lagu Superfine, yang dinilai mampu menjadi pengantar untuk membangun kedekatan dengan penonton.

"Kami ingin memberikan penampilan terbaik karena ini pertama kalinya kami tampil di Saemen Fest," ujarnya.

Sementara itu, Dhanis aka Dacong drummer FSTVLST menyebutkan tampil di Stadion Kridosono memiliki makna tersendiri. Baginya, lokasi tersebut menyimpan kenangan masa kecil saat menyaksikan konser berbagai band.

"Bermain di Kridosono itu rasanya seperti cita-cita masa kecil yang akhirnya kesampaian. Dulu saya sering nonton konser di sini, sekarang justru bisa jadi penampil," katanya.

Bassis FSTVLST, Mufid Arifin, juga menilai penyelenggaraan tahun ini terasa lebih besar dibanding edisi sebelumnya, baik dari sisi venue maupun konsep festival.

Saemen Fest merupakan festival musik tahunan yang digagas Hectic Creative. Nama Sae Men diambil dari bahasa Jawa yang bermakna sangat baik, sekaligus menjadi harapan agar festival tersebut terus tumbuh sebagai salah satu agenda musik terbesar di Yogyakarta. (*)