Polda DIY Jadi Contoh Nasional Polisi Humanis
Bukan sekadar soal administrasi melainkan cara menangani unjuk rasa yang humanis.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Di tengah sorotan publik terhadap citra institusi kepolisian secara nasional, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta justru memperoleh pujian langsung dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Lembaga pengawas eksternal Polri itu menyebut Polda DIY layak menjadi role model atau contoh bagi kepolisian daerah lain di seluruh Indonesia.
Penilaian itu disampaikan usai Kompolnas merampungkan kunjungan kerja tiga hari ke Polda DIY, 15-17 April 2026. Tim yang dipimpin Mochammad Choirul Anam itu secara khusus mendalami data sumber daya manusia, anggaran, logistik hingga sarana-prasarana kepolisian di wilayah DIY.
Yang membuat Polda DIY dinilai istimewa bukan sekadar soal administrasi, melainkan cara menangani unjuk rasa yang humanis.
Kompolnas mencatat pendekatan berbasis kearifan lokal yang diterapkan Polda DIY berhasil menjaga situasi tetap kondusif tanpa mengabaikan hak warga untuk menyuarakan pendapat. Sebuah keseimbangan yang, menurut Kompolnas, belum tentu dimiliki semua daerah.
Potret dari luar
"Kami sangat berterima kasih karena Polda DIY dijadikan sebagai salah satu obyek kunjungan," ujar Kombes Pol Ihsan, Kabid Humas Polda DIY, Jumat (17/4/2026).
Dia menyebutkan kunjungan ini sebagai bentuk pengawasan eksternal yang penting untuk "memotret Polda DIY dari luar." Selain evaluasi kinerja, Kompolnas meninjau langsung kesiapan Satuan Brimob Polda DIY, unit yang berperan krusial menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Kompolnas berharap Polda DIY bisa menjadi laboratorium sentral transformasi Polri secara nasional yang lebih humanis, lebih profesional dan lebih berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Bagi warga Jogja, pengakuan ini bisa dibaca sebagai cerminan karakter kota itu sendiri yaitu sebuah daerah yang selama ini dikenal menjaga harmoni antara kebebasan berekspresi dan ketertiban sosial. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
