Merti Jaladri Jatimalang Didorong Jadi Agenda Wisata Budaya Unggulan

Merti Jaladri Jatimalang Didorong Jadi Agenda Wisata Budaya Unggulan
Nelayan Jati Samudra Jatimalang melaksanakan prosesi larung sedekah laut pada puncak Merti Jaladri di Pantai Dewaruci, Purworejo, Senin (6/7/2026). (wahyu n asmani/koranbenas.id)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO — Tradisi Merti Jaladri atau sedekah laut di Pantai Dewaruci, Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, didorong menjadi agenda wisata budaya unggulan Kabupaten Purworejo.

Selain melestarikan tradisi masyarakat pesisir, kegiatan tahunan ini dinilai mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian warga.

"Semoga masyarakat dan nelayan di sini diberi kelancaran rezeki. Kegiatan ini terbukti tidak hanya seremonial, tetapi menjadi ungkapan syukur kepada Allah SWT. Kegiatan ini juga menjadi promosi wisata budaya yang menarik minat masyarakat," ujar Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setyabudi saat menghadiri puncak Merti Jaladri di Pantai Dewaruci, Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Senin (6/7/2026).

Dion mengatakan Pemerintah Kabupaten Purworejo akan terus mendukung penyelenggaraan Merti Jaladri melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan organisasi perangkat daerah agar tradisi tersebut berkembang menjadi agenda budaya unggulan yang dikenal hingga tingkat nasional bahkan mancanegara.

Kepala Desa Jatimalang, Suwarto, menjelaskan Merti Jaladri merupakan tradisi turun-temurun yang telah berlangsung sekitar 25 tahun sebagai bentuk rasa syukur para nelayan, pedagang, dan pelaku usaha pesisir atas limpahan rezeki sekaligus doa memohon keselamatan saat melaut.

Pada tahun ini, lebih dari 80 gunungan hasil bumi diarak oleh kelompok nelayan, pemilik perahu, pedagang, RT, Pokdarwis, pemerintah kecamatan, hingga berbagai instansi.

"Merti Jaladri merupakan ungkapan syukur atas hasil laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat, sekaligus doa agar para nelayan dan warga selalu diberi keselamatan serta rezeki yang melimpah," kata Suwarto.

Rangkaian Merti Jaladri berlangsung selama tiga hari, 4-6 Juli 2026. Puncak acara ditandai dengan prosesi larung sedekah laut oleh nelayan Jati Samudra Jatimalang pada Senin (6/7/2026), kemudian dilanjutkan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, MH Zainudin, yang turut hadir menyatakan siap mendorong pelestarian Merti Jaladri sekaligus mendukung rencana pengembangan Desa Jatimalang sebagai desa wisata, sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membentuk 1.000 desa wisata.

Menurutnya, Merti Jaladri bukan hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap pertumbuhan sektor pariwisata di Pantai Dewaruci.

Rangkaian kegiatan selama tiga hari terbukti meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. (*)