Beasiswa Sleman Pintar Mengubah Masa Depan Anak Keluarga Miskin

Tahun 2026 Pemkab menyiapkan 500 paket beasiswa
Beasiswa Sleman Pintar Mengubah Masa Depan Anak Keluarga Miskin
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman Wawan Widiantoro (kiri) dan (kanan) Nugroho Adi Nurrachman penerima beasiswa Sleman Pintar. (Istimewa).

KORANBERNAS.ID, SLEMAN – Mimpi menjadi sarjana sempat terasa begitu jauh bagi Nugroho Adi Nurrachman. Putra ketiga dari Sriyati, seorang petani sekaligus orang tua tunggal di Kecamatan Ngemplak, Sleman, itu sadar betul kondisi ekonomi keluarganya tak memungkinkan untuk membiayai kuliah. Namun, harapan itu berubah ketika ia menemukan informasi mengenai Program Beasiswa Sleman Pintar melalui media sosial Dinas Sosial Kabupaten Sleman.

Kini, mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) tersebut bukan hanya berhasil melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah, tetapi juga menorehkan prestasi membanggakan. Pada pertengahan Juni 2026, Nugroho mewakili UTY dan Daerah Istimewa Yogyakarta hingga meraih Juara I tingkat nasional dalam sebuah kompetisi.

Prestasi itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi sang ibu. Melalui pesan singkat yang dikirimkan kepada pendamping program, Sriyati mengungkapkan rasa syukurnya karena putranya mampu membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk berprestasi.

“Alhamdulillah, anak saya Nugroho Adi Nurrachman yang kuliahnya dari Beasiswa Sleman Pintar berhasil menjadi juara satu tingkat nasional,” tulis Sriyati penuh haru.

Nugroho Adi Nurrachman bersama tim saat menerima penghargaan sebagai juara I tingkat nasional kompetisi bidang lingkungan. (Dok. Dinas Sosial Kab. Sleman). 

Bagi Nugroho, beasiswa tersebut bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan jembatan yang menghubungkan mimpi keluarganya.

“Beasiswa ini sangat penting bagi saya karena bisa melanjutkan kuliah di UTY tanpa terbebani biaya. Ini juga menjadi jalan untuk mewujudkan mimpi orang tua yang ingin ketiga anaknya menjadi sarjana meskipun kondisi ekonomi kami terbatas,” katanya.

Selain mendapatkan pembebasan biaya kuliah, Nugroho juga memperoleh berbagai fasilitas penunjang pembelajaran, mulai dari modul perkuliahan, seragam kelas industri hingga akses penggunaan perangkat komputer bantuan Pemkab Sleman dan Baznas Sleman. 

Tak hanya itu, sistem pembelajaran kelas industri yang diterapkan UTY juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk magang di perusahaan sejak semester lima. Dari program magang tersebut, mahasiswa memperoleh uang saku yang sebagian digunakan untuk mengangsur biaya pendidikan hingga lulus.

Meski mendapat beasiswa, Nugroho tetap memilih bekerja paruh waktu di sebuah bengkel mobil pada malam hari. Seusai kuliah, ia bekerja mulai selepas Magrib hingga sekitar pukul 01.00 dini hari.

“Alhamdulillah, saya bisa membagi waktu. Kalau kuliah, ya fokus kuliah dan mengerjakan tugas. Kalau ada waktu senggang, saya bekerja di bengkel. Kebetulan bengkel milik teman sendiri,” ujarnya.

Pendidikan Jadi Kunci Memutus Kemiskinan

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Wawan Widiantoro mengatakan, Program Beasiswa Sleman Pintar merupakan salah satu strategi utama Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. 

“Upaya memotong garis kemiskinan salah satunya melalui Beasiswa Sleman Pintar. Faktor terbesar untuk meningkatkan status sosial masyarakat adalah pendidikan. Karena itu kami mendorong anak-anak dari keluarga miskin agar bisa melanjutkan kuliah,” ujarnya.

Program tersebut mulai dijalankan pada 2022 dengan menggandeng tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Amikom Yogyakarta, Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), dan Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta. 

Melihat hasil yang dinilai positif, pada 22 Mei 2026, Pemkab Sleman memperluas kerja sama dengan menandatangani nota kesepahaman bersama 34 perguruan tinggi tambahan di Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul. Bahkan saat ini terdapat lima kampus lagi yang mengajukan kerja sama.

“Ini juga menjadi bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Anak-anak yang sebelumnya tidak berani mendaftar kuliah karena kendala biaya akhirnya memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan,” katanya.

Hampir Dua Ribu Pendaftar

Antusiasme masyarakat terhadap program ini terus meningkat. Pada pendaftaran tahun 2026 yang dibuka 22 Mei hingga 20 Juni, tercatat sebanyak 1.915 calon mahasiswa dari keluarga miskin, rentan miskin, penerima Program Keluarga Harapan (PKH), maupun keluarga penyandang disabilitas mendaftarkan diri.

Para peserta terlebih dahulu diseleksi berdasarkan persyaratan administrasi, termasuk status ekonomi, nilai rapor minimal 7, serta lulusan SMA, SMK atau MA dalam tiga tahun terakhir. Selanjutnya, perguruan tinggi melakukan seleksi akademik melalui tes tertulis dan wawancara sebelum menetapkan mahasiswa yang diterima.

Pada tahun ini, Pemkab Sleman menyiapkan kuota sekitar 500 mahasiswa dengan alokasi anggaran sekitar Rp 13 miliar.

“Program ini sangat dibutuhkan masyarakat. Banyak anak-anak yang sebenarnya pintar, tetapi kurang percaya diri untuk kuliah karena kondisi ekonomi keluarganya,” ujar Wawan. 

Hingga akhir 2025, jumlah penerima Beasiswa Sleman Pintar telah mencapai 788 mahasiswa. Sebanyak 108 di antaranya telah berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi.

Tak sekadar Membiayai Kuliah

Pemerintah Kabupaten Sleman juga memastikan pendampingan dilakukan secara intensif agar mahasiswa mampu menyelesaikan studi hingga lulus. Tim pendamping Program Beasiswa Sleman Pintar, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin memantau perkembangan akademik seluruh penerima beasiswa melalui laporan dari perguruan tinggi.

“Biaya kuliah memang dijamin, tetapi itu belum tentu membuat mahasiswa pasti lulus. Karena itu, kami melakukan monitoring setiap semester. Kalau ada mahasiswa bermasalah, kami datangi rumahnya untuk mencari solusi,” ujarnya.

Pendampingan dilakukan terhadap berbagai persoalan, mulai dari salah memilih jurusan, kendala biaya transportasi, hingga persoalan psikologis. Ia mencontohkan, pernah mendampingi seorang mahasiswa yang tidak pernah hadir kuliah meski setiap hari berpamitan kepada orang tuanya. Setelah dilakukan asesmen bersama psikolog dan pihak kampus, mahasiswa tersebut diketahui mengalami masalah psikologis sehingga memerlukan pendampingan khusus hingga akhirnya kembali aktif mengikuti perkuliahan.

Menurut Ahmad Yani, prinsip utama program ini adalah memastikan mahasiswa yang memiliki kemauan kuat tetap mendapatkan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan.

“Yang penting mereka mau berkomunikasi. Kalau ada kendala, kami akan berusaha membantu agar kuliahnya tetap berjalan,” katanya. 

Selain pendampingan akademik, para mahasiswa juga dihimpun dalam organisasi mahasiswa penerima beasiswa agar saling menguatkan. Alumni yang telah bekerja pun rutin berbagi pengalaman dengan adik-adik angkatan.

Dari Penerima Menjadi Penggerak

Salah satu alumni angkatan pertama Program Beasiswa Sleman Pintar, Riski Arliano Febriyanto, merasakan langsung bagaimana beasiswa tersebut mengubah masa depannya. Lulusan Teknik Informatika Universitas Amikom Yogyakarta asal Moyudan itu mengaku sempat hampir mengubur impian kuliah karena keterbatasan ekonomi keluarganya.

“Saya anak bungsu dari keluarga kurang mampu. Dulu ingin sekali kuliah, tetapi kondisi ekonomi membuat saya bingung. Setelah tahu informasi Beasiswa Sleman Pintar, saya langsung mendaftar dan alhamdulillah diterima,” katanya.

Kini Riski telah bekerja dan tetap aktif mendampingi mahasiswa penerima beasiswa angkatan berikutnya. Ia bahkan rutin memberikan informasi program tersebut kepada anak-anak di kampungnya yang memiliki kondisi ekonomi serupa.

“Di luar sana masih banyak yang seperti saya dulu. Semoga program ini terus berjalan agar semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu bisa kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,” harapnya.

Ke depan, Pemkab Sleman juga tengah memperkuat sinergi dengan dunia usaha agar lulusan Beasiswa Sleman Pintar memiliki peluang kerja yang lebih besar melalui program magang industri dan prioritas akses informasi lowongan kerja.

Dengan pendekatan tersebut, Program Beasiswa Sleman Pintar diharapkan tidak hanya menghadirkan sarjana baru, tetapi juga melahirkan generasi yang mampu mengangkat taraf hidup keluarganya sekaligus ikut membangun Kabupaten Sleman pada masa depan. (*)