Mahasiswa Ilmu Komunikasi Amikom Yogyakarta Meluncurkan Identitas Visual Aplikasi TANDARA sebagai Media Pembelajaran Bahasa Isyarat

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Amikom Yogyakarta Meluncurkan Identitas Visual Aplikasi TANDARA sebagai Media Pembelajaran Bahasa Isyarat
TANDARA memenangi kontes AMICTA. (Istimewa).

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Permasalahan komunikasi yang dihadapi penyandang disabilitas tunarungu dan tunawicara masih menjadi isu serius di Indonesia. Minimnya pemahaman masyarakat terhadap bahasa isyarat serta keterbatasan jumlah juru bahasa isyarat, membuat kelompok difabel sensorik ini sering mengalami kesenjangan akses informasi, interaksi sosial, hingga layanan publik. Kondisi tersebut mendorong lahirnya inovasi berbasis teknologi untuk menjembatani kebutuhan komunikasi yang lebih inklusif.

Salah satu inovasi datang dari Fadhilla Nur Fajriyah, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta. Dhilla menciptakan aplikasi TANDARA sebagai media komunikasi sekaligus sarana pembelajaran bahasa isyarat. Selain itu, aplikasi tersebut juga menjadi salah satu bentuk tugas akhir yang dapat bermanfaat bagi Masyarakat khususnya disabilitas di bawah bimbingan Sheila Lestari Giza Pudrianisa, M.I.Kom.

“Saya ingin TANDARA bukan hanya sekadar aplikasi, tetapi jembatan komunikasi yang membuat masyarakat lebih mudah memahami bahasa isyarat. Dengan fitur belajar yang interaktif, saya berharap aplikasi ini bisa membantu mengurangi kesenjangan komunikasi antara penyandang tunarungu dan masyarakat luas,” kata Fadhilla dalam keterangannya kepada koranbernas.id, Jumat (6/2/2026).

Aplikasi ini hadir dengan identitas visual yang membedakan dari aplikasi sejenis, serta dilengkapi fitur belajar, multiplayer yang memudahkan masyarakat umum memahami bahasa isyarat secara interaktif. Dengan pendekatan visual yang konsisten, TANDARA diharapkan mampu menjadi media pembelajaran yang inklusif dan menyenangkan.

Untuk membuat masyarakat tertarik belajar Bahasa isyarat yang dapat menjembatani komunikasi dengan teman disabilitas, maka aplikasi tersebut harus dibuat semenarik mungkin khususnya dari segi visual dan berbagai kemudahan fitur.

Keberhasilan TANDARA tidak berhenti di sini saja. Karya ini telah didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada 28 Januari 2026 dan turut serta dalam kompetisi AMICTA 2025, di mana akhirnya berhasil meraih kemenangan. Selain itu, aplikasi TANDARA juga diperkenalkan dalam berbagai event untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya literasi bahasa isyarat.

Dengan hadirnya TANDARA, harapan akan masyarakat yang lebih inklusif dan ramah difabel semakin nyata. (*)