SMK Musaba Jadi Percontohan Astra, Kompetisi SMK Hasilkan Wakil DIY ke Nasional

SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro menjuarai 9th Daihatsu SMK Skill Contest 2026 regional DIY dan akan mewakili daerah ke tingkat nasional. Ajang ini juga memperkuat kolaborasi Astra Daihatsu Motor dengan 28 SMK binaan di DIY melalui akreditasi, bantuan sarana praktik, dan peningkatan kompetensi guru serta siswa.

SMK Musaba Jadi Percontohan Astra, Kompetisi SMK Hasilkan Wakil DIY ke Nasional
Pemenang 9th Daihatsu SMK Skill Contest 2026 tingkat regional DIY berfoto bersama usai pengumuman juara di SMK Muhammadiyah 1 Bantul (Musaba), Bantul, Jumat (17/7/2026). Juara pertama, SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro, akan mewakili DIY pada kompetisi nasional di Jakarta. (sariyati wijaya)

KORANBERNAS.ID, BANTUL – SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro keluar sebagai juara pertama 9th Daihatsu SMK Skill Contest 2026 tingkat regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan berhak mewakili DIY pada kompetisi nasional yang akan digelar di ADM Training Center, Jakarta, 4 Agustus 2026.

"Pada hari ini kita juga menyaksikan pengumuman pemenang Daihatsu SMK Skill Contest 2026, yakni juara pertama SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro. Hasil kontes regional Daerah Istimewa Yogyakarta nantinya akan mewakili ke tingkat nasional pada 4 Agustus di ADM Training Center Jakarta. Semoga membawa nama baik DIY," kata Kepala SMK Muhammadiyah 1 Bantul (Musaba) sekaligus Koordinator Sekolah Binaan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Wilayah DIY, Harimawan, S.Pd.T., M.S.I., dalam 9th Daihatsu SMK Skill Contest 2026 di SMK Muhammadiyah 1 Bantul, Jalan Parangtritis KM 12 Manding, Bantul, Jumat (17/7/2026).

Dua sekolah yang menjadi finalis pada kompetisi tersebut adalah SMK Muhammadiyah Playen, Gunungkidul, dan SMK Ma'arif Wates, Kulon Progo.

Harimawan menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan kompetisi keterampilan siswa, tetapi juga penyerahan hasil akreditasi sekolah binaan PT Astra Daihatsu Motor. Selain itu, setiap sekolah yang telah terakreditasi menerima bantuan satu unit engine dan transmisi untuk menunjang praktik pembelajaran siswa.

"Harapannya ini akan meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan adanya akreditasi, sekolah berhak melaksanakan sinkronisasi kurikulum agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri. Sekolah juga dapat mengikuti pelatihan guru, pelatihan siswa, serta memperoleh sertifikasi melalui uji kompetensi yang dilaksanakan setiap tahun," ujarnya.

Menurut Harimawan, bantuan engine dan transmisi tersebut akan memperkuat sarana praktik sehingga kompetensi siswa di bidang otomotif semakin meningkat. Pembinaan dari PT Astra Daihatsu Motor juga diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.

Ia menambahkan, saat ini terdapat 28 SMK binaan PT Astra Daihatsu Motor di DIY, dengan SMK Muhammadiyah 1 Bantul ditunjuk sebagai sekolah percontohan.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Dr. Wiwik Indriyani, S.Pd., M.Si., menilai kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri menjadi kunci peningkatan kualitas pendidikan vokasi.

"Perlu kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri. Ini sangat penting bagi kemajuan pendidikan. Ada kolaborasi dan ada aksi. Termasuk yang kita saksikan hari ini adalah wujud kolaborasi tersebut," katanya.

Sementara itu, Department Head/Executive Coordinator CSR PT Astra Daihatsu Motor, Yazid Al Faizun, mengatakan program Pintar Bersama Daihatsu saat ini telah menjangkau 445 SMK di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Nusa Tenggara.

"Khusus di DIY ada 28 SMK binaan yang secara aktif terus meningkatkan kualitas pembelajaran, kompetensi guru, serta keterampilan para siswa. Bagi kami jumlah tersebut bukan sekadar angka, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana program ini memberikan manfaat nyata bagi sekolah, guru, siswa, dunia industri, dan pada akhirnya bagi bangsa Indonesia," ujarnya.

Ia berharap program Pintar Bersama Daihatsu dapat terus berlanjut dan melahirkan lulusan SMK yang unggul, kompeten, serta memiliki daya saing tinggi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bantul. (*)