SD Negeri Kawedusan Kebumen Hanya Peroleh Dua Siswa
Aturan menyulitkan kami melakukan inovasi pelayanan pendidikan.
KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Berkembangnya sekolah swasta yang dikelola yayasan pendidikan di Kota Kebumen mempengaruhi populasi siswa di beberapa Sekolah Dasar (SD) Negeri.
Salah satu SD negeri yang terdampak berkembangnya sekolah swasta adalah SDN Kawedusan di Desa Kawedusan Kebumen. SD satu-satunya di desa itu terhimpit SD Islam Terpadu dan Madrasah Ibtidaiyah.
"Tahun ajaran baru 2024, kelas 1 hanya ada 2 siswa," kata M Sarbani Harsono, Kepala SD Negeri Kawedusan, kepada koranbernas.id, Senin (22/7/2024).
Selama enam tahun terakhir, sekolah yang dipimpinnya sejak Maret 2024, tiap tahun ajaran baru orang tua yang mendaftarkan di SD ini paling banyak 12 orang. "Tahun ajaran baru sekarang, paling banyak rombongan belajar kelas 6, ada 12 siswa," kata Sarbani Harsono.
Dia sudah berupaya jemput bola mendatangi rumah tangga yang memiliki anak usia TK atau RA masuk ke SD. Namun upaya itu kurang membuahkan hasil.
Ada hambatan
Keterangan dari Pemerintah Desa Kawedusan, tahun ajaran baru 2024, di Kawedusan hanya ada 20 anak usia TK atau RA memasuki jenjang pendidikan SD dan MI.
Sarbani Harsono mengakui ada hambatan jika SD negeri menyelenggarakan pelayanan pendidikan seperti sekolah swasta, misalnya sekolah full day hingga sore hari dengan tambahan pendidikan mengaji.
“Aturan menyulitkan kami melakukan inovasi pelayanan pendidikan, misalnya menarik iuran untuk menambah pelayanan pendidikan," kata Sarbani Harsono.
Orang tua murid yang menginginkan anaknya memperoleh pelayanan pendidikan lebih banyak waktunya, memilih menyekolahkan anaknya di sekolah sederajat swasta.
Sarbani Harsono mengungkapka, jumlah siswa yang sedikit memiliki sisi positif yaitu guru lebih fokus mengajar. Interaksi siswa dan guru menjadi lebih banyak sehingga prestasi belajar siswa tentu akan lebih mudah dipacu.
"Tahun kemarin juara 2 Olimpiade Matematika SD tingkat Kabupaten diraih siswa SD Kawedusan," kata Sarbani Harsono. (*)