Sejumlah 78 Sekolah di Purworejo Peroleh Perangkat Digital

Kalau hanya ditopang APBD tentu kurang. Paling hanya bisa rehab kecil. 

Sejumlah 78 Sekolah di Purworejo Peroleh Perangkat Digital
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Sigid Supriyantoro. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO – Sebagai Upaya peningkatan kualitas pendidikan, sejumlah 78 sekolah di Kabupaten Purworejo akan mendapatkan revitalisasi dan mendapat perangkat digital.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Sigid Supriyantoro, Selasa (21/4/2026) di ruang kerjanya, menyampaikan tahun 2026 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo mengusulkan 47 SD, 18 PAUD dan 13 SMP mendapatkan program revitalisasi.

Hingga saat ini, baru dua SD yang dipanggil ke Jakarta. “Mudah-mudahan nanti menyusul. Masih ada waktu panjang,” ujar Sigid.

Dia berharap, melalui revitalisasi ini sarana dan prasarana sekolah menjadi lebih lengkap, sehingga kegiatan belajar mengajar berlangsung nyaman dan aman.

Peningkatan kualitas

Program ini sejalan dengan Inpres Nomor 7 Tahun 2025 Presiden Prabowo yang mencanangkan revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran demi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di Kabupaten Purworejo.

“Kalau hanya ditopang APBD tentu kurang. Paling hanya bisa rehab kecil. Lewat revitalisasi, banyak item yang bisa dikerjakan,” jelasnya.

Revitalisasi dilakukan berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), meliputi kondisi ruang kelas, ruang guru, jamban, toilet, hingga laboratorium jika ada. Sekolah dengan kondisi rusak akan masuk dalam menu revitalisasi.

Selain revitalisasi, 2026 sekolah juga mendapat dukungan digitalisasi. Kementerian akan menyalurkan IFP (Interactive Flat Panel) dan laptop langsung ke sekolah. Semua SD dan SMP negeri maupun swasta serta PAUD akan menerima bantuan tersebut.

Untuk pembelajaran

“Sudah sesuai drop dari pusat. Setiap sekolah mendapat 1 IFP dan 1 laptop. Seperti tahun 2024 kemarin, ada Smart TV. IFP ini Smart TV interaktif, sangat bagus untuk kegiatan pembelajaran,” terang Sigid.

Ke depan, diharapkan setiap kelas bisa memiliki perangkat tersebut. Namun saat ini dilakukan bertahap. Pada 2025, seluruh SD sudah menerima masing-masing satu unit. Tahun 2026 diharapkan ada penambahan lagi.

Terkait perawatan, menurut Sigid, penggunaannya harus sesuai prosedur. Setelah dipakai, kabel dan stop kontak harus dilepas. Pemanfaatannya harus maksimal karena IFP sudah dilengkapi program-program pembelajaran. Perangkat juga wajib disimpan di tempat aman agar terjamin keamanannya.

“Harapan kami, revitalisasi dan digitalisasi ini menjadikan sekolah nyaman dan aman, sehingga mutu pembelajaran meningkat. Semoga Purworejo sebagai Kabupaten Pendidikan bisa melahirkan lebih banyak siswa yang diterima di sekolah-sekolah unggulan, seperti tahun-tahun lalu,” ujarnya.

Pada awal 2025, banyak SD dan SMP melaporkan kehilangan barang-barang elektronik dan hingga April 2026, pihaknya belum menerima laporan kehilangan perangkat dari sekolah. Artinya, pengamanan sudah sesuai edaran dinas. “Kami imbau sekolah tetap waspada menjaga aset. Ini untuk anak cucu kita,” tandas Sigid. (*)