UNU Jogja Meluncurkan Beasiswa Talenta Lestari

Program ini menyasar 100 anak muda, terutama dari kalangan pesantren dan keluarga tidak mampu.

UNU Jogja Meluncurkan Beasiswa Talenta Lestari
Mahasiswa UNU Jogja. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Bonus demografi Indonesia dihadapkan pada tantangan besar. Generasi muda yang jumlahnya mendominasi populasi bukan hanya dituntut menjadi tenaga kerja masa depan, tetapi juga dipersiapkan sebagai calon pemimpin yang mampu menjawab dan menghadapi persoalan kemiskinan, krisis iklim, pendidikan hingga inovasi industri.

Melihat tantangan tersebut, Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) bersama Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) dan PT Alamtri Resources Indonesia (AlamTri) meluncurkan Beasiswa Talenta Lestari 2026.

Program ini menyasar 100 anak muda, terutama dari kalangan pesantren dan keluarga tidak mampu. Penerima beasiswa akan memperoleh dukungan penuh biaya perkuliahan sekaligus pengembangan kapasitas selama empat tahun.

Para penerima beasiswa akan diproyeksikan menjadi talenta muda yang mampu melahirkan gagasan dan proyek nyata di bidang keberlanjutan.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pendanaan Kreatif UNU Jogja, Ian Agisti Dewi Rani, mengatakan Beasiswa Talenta Lestari merupakan bagian dari komitmen kampus untuk melahirkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global.

“UNU Jogja berkomitmen melahirkan lulusan yang profesional dan siap menjawab tantangan global. Melalui pilar Future Studies, fokus institusi diarahkan pada penyelesaian kemiskinan, pendidikan berkualitas, percepatan inovasi industri, krisis iklim dan kerja sama berkelanjutan,” ujar Ian, Rabu (22/7/2026).

Menurut dia, beasiswa tersebut sekaligus diposisikan sebagai inkubator inovator keberlanjutan masa depan. Mahasiswa tidak hanya menerima dukungan finansial, tetapi juga akan diarahkan untuk mengembangkan ide menjadi proyek keberlanjutan yang memiliki dampak nyata.

“Salah satu tujuannya nanti mahasiswa mampu melakukan akselerasi inovasi berkelanjutan melalui inkubasi ide-ide mahasiswa menjadi sustainable projects yang nyata dan menghasilkan beragam luaran,” katanya.

Selama masa studi empat tahun, penerima beasiswa akan memperoleh pembekalan tambahan, mulai dari kemampuan Bahasa Inggris, penguatan karakter kepemimpinan hingga pengembangan program-program keberlanjutan.

Program tersebut juga mengintegrasikan aspek akademik dengan proyek keberlanjutan yang berkaitan dengan sejumlah bidang strategis, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, iklim dan inovasi industri.

Perubahan zaman

Ketua YABN, Zuraida Murdia Hamdie, menilai investasi terbesar untuk masa depan bangsa adalah meningkatkan kualitas generasi muda melalui pendidikan yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Keberlanjutan bukan sekadar tentang hari esok, melainkan tentang bagaimana kita membangun sistem, kepemimpinan dan tata kelola yang tangguh mulai hari ini,” ujarnya.

Harapannya Beasiswa Talenta Lestari dapat membuka akses yang lebih setara bagi talenta muda, khususnya dari lingkungan pesantren dan keluarga prasejahtera.

Program ini membuka kesempatan bagi lulusan SMA, SMK, MA atau sederajat di seluruh Indonesia yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik serta ketertarikan atau portofolio awal di bidang keberlanjutan.

Calon penerima terlebih dahulu harus terdaftar sebagai mahasiswa UNU Jogja angkatan 2026. Beasiswa tersedia untuk mahasiswa pada program studi Agribisnis, Teknologi Hasil Pangan, Akuntansi, Manajemen, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Guru SD, Teknik Informatika, Teknik Elektro dan Studi Islam Interdisipliner.

Disebutkan, terdapat empat jalur pendaftaran. Pertama, jalur unggulan sustainable project yang ditujukan bagi calon mahasiswa yang memiliki pengalaman menginisiasi atau mengikuti proyek maupun gerakan keberlanjutan.

Kedua, jalur talenta bagi calon mahasiswa yang aktif bergerak di masyarakat dan memiliki bakat nonakademik. Ketiga, jalur khusus pesantren bagi santri dengan rekomendasi resmi dari pengasuh pondok pesantren. Keempat, jalur afirmasi untuk calon mahasiswa berbakat yang menghadapi keterbatasan struktural atau geografis.

"Pendaftaran Beasiswa Talenta Lestari 2026 dibuka mulai 21 Juli hingga 12 Agustus 2026," jelasnya.

Komitmen UNU Jogja terhadap isu keberlanjutan juga dikembangkan melalui berbagai program lain. Kampus tersebut memiliki Decarbonomics Center yang berfokus pada isu dekarbonisasi dan sedang menjajaki upaya pengurangan emisi karbon di sektor pariwisata Yogyakarta.

Di bidang riset, dosen Teknologi Hasil Pertanian UNU Jogja, Elok Pawening Maharani, mengembangkan kemasan pangan ramah lingkungan berbahan pati berpori beras dan minyak atsiri kayu manis. Riset tersebut telah dipresentasikan dalam forum internasional di Tokyo University of Science Jepang.

Sementara dari kalangan mahasiswa, inovasi keberlanjutan juga diwujudkan melalui Pilah.in, tempat sampah otomatis yang dikembangkan mahasiswa Teknik Elektro untuk membiasakan masyarakat memilah sampah.

UNU Jogja bersama tim lintas disiplin juga mengembangkan gim digital Santri: Seeds of Hope untuk mengenalkan konsep ekonomi sirkular di lingkungan pesantren. Karya tersebut menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam QS ImpACT Skills Challenge 2026 dan meraih penghargaan Special Jury Recognition.

Melalui Beasiswa Talenta Lestari, UNU Jogja bersama YABN dan AlamTri kini mencoba memperluas ekosistem tersebut dengan menyiapkan 100 talenta muda yang diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu membawa gagasan berkelanjutan menjadi solusi nyata bagi masyarakat. (*)