Bupati Klaten Titip Pesan Penting di Hari Anak Nasional

Jangan takut untuk bermimpi, bermimpi setinggi langit dan bercita-citalah sejauh mungkin.

Bupati Klaten Titip Pesan Penting di Hari Anak Nasional
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo didampingi Bunda Forum Anak Klaten Fahrani Hamenang dan Kepala Dinsos P3APPKB Klaten bergabung dengan anak-anak, Selasa (21/7/2026). (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Tidak seperti biasanya halaman Pendopo Pemkab Klaten dipenuhi anak-anak pada Selasa (21/7/2026) pagi hingga siang. Anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan itu untuk mengikuti peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tingkat Kabupaten Klaten.

Beberapa rangkaian kegiatan memperingati Hari Anak Nasional tingkat Kabupaten Klaten di halaman Pendopo Pemkab yakni workshop anak kreatif Klaten dan ecobrick bersama Bunda Forum Anak Klaten dan Bupati Hamenang Wajar Ismoyo.

Tampak di dua acara tersebut, puluhan anak-anak begitu akrab dengan Bupati dan Bunda Forum Anak Klaten. Selain menitipkan pesan penting kepada orang tua terkait pendidikan dan masa depan mereka, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo meminta perwakilan anak-anak maju dan menceritakan pengalaman serta cita-citanya.

“Apakah ada di antara anak-anak yang bercita-cita menjadi dokter?” tanya Bunda Forum Anak Klaten, Fahrani Hamenang. Belasan anak-anak serentak angkat tangan.

Begitu pula saat Bupati Hamenang Wajar Ismoyo bertanya apakah ada di antara anak-anak yang punya pengalaman pernah diejek atau di-bully oleh temannya di sekolah? Anak-anak menjawab ada.

Adalah Alvina, siswi SMK Negeri 3 Klaten. Pelajar tersebut maju menceritakan pengalamannya di saat masih SD. Karena diejek oleh temannya, dia pun menangis. "Itu waktu kecil tidak tahu apa-apa, ya nangis. Itu waktu SD. Kalau SMP dan SMK tidak pernah," katanya kepada Bupati dan Bunda Forum Anak Klaten.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengukuhkan Forum Anak Klaten (Forankla) periode 2026-2028 di Pendopo Pemkab, Selasa (21/7/2026). (masal gurusinga/koranbernas.id)

Bupati melanjutkan pertanyaannya. “Kalau sekarang ada yang mengejek atau mem-bully apa yang dilakukan? Kasih tahu orang tua, meminta teman yang mem-bully tidak boleh mem-bully atau kalau sudah keterlaluan mungkin laporkan guru BK (Bimbingan Konseling),” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB) Klaten, Puspo Enggar Hastuti SE menyampaikan pentingnya dibentuk Forum Anak Klaten (Forankla).

Salah satu tugas Forankla adalah mensosialisasikan program kerjanya ke sekolah-sekolah dan kepada lingkungan tempat tinggal masing-masing. Mengutip pernyataan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, kata Puspo Enggar Hastuti, tugas Forankla sebagai Pelopor dan Pelapor.

"Bilamana di sekolah ada tindakan bullying atau perundungan terhadap siswa agar jangan segan-segan melaporkannya ke UPTD PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Dinsos P3APPKB Klaten," pinta Puspo.

Bupati Hamenang Wajar Ismoyo berpesan kepada anak-anak agar jangan takut untuk bermimpi, bermimpi setinggi langit dan bercita-citalah sejauh mungkin. Jangan lupa buat action plan agar cita-cita bisa tercapai bila fokus dan jalan lurus.

Setelah workshop selesai dilanjutkan acara pengukuhan Forum Anak Klaten (Forankla) periode 2026-2028 oleh Bupati Hamenang Wajar Ismoyo dan dilanjutkan penyerahan penghargaan kepada OPD layak anak, kecamatan layak anak serta desa dan kelurahan layak anak.

Penghargaan diserahkan oleh Bupati Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala Dinsos P3APPKB Klaten Puspo Enggar Hastuti, perwakilan Unicef Jawa Tengah dan Kepala DP3AP2KB Jawa Tengah. (*)