Wabup Danang Ingatkan Sekolah Bijak Atur Penggunaan Gadget Siswa

Wabup Danang Ingatkan Sekolah Bijak Atur Penggunaan Gadget Siswa
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi mendampingi para kepala sekolah se-Kabupaten Sleman menyaksikan pemutaran film Akal Imitasi di CGV Transmart Maguwo, Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter melalui media film. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengingatkan pentingnya kebijakan penggunaan gadget di lingkungan sekolah sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

"Anak-anak yang saat ini sangat tergantung dengan gadget, harus kita sadarkan, bahwa teknologi adalah alat bantu. Tapi semua keputusan dan tindakan itu dijalankan berdasarkan hati nurani dan akal sehat kita masing-masing," ujar Danang Maharsa saat menghadiri pemutaran film "Akal Imitasi" bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi dan para kepala sekolah se-Kabupaten Sleman di CGV Transmart Maguwo, Selasa (14/7/2026).

Menurut Danang, film dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk memperkuat pendidikan karakter karena mampu menyampaikan pesan moral melalui visual dan alur cerita yang mudah dipahami peserta didik.

Ia menilai film Akal Imitasi mengingatkan bahwa teknologi seharusnya hanya menjadi alat bantu, sementara pengendali utama dalam mengambil keputusan tetaplah akal sehat dan hati nurani manusia.

Danang berharap nilai-nilai positif yang disampaikan dalam film tersebut dapat diterapkan oleh para siswa sehingga pemanfaatan teknologi menjadi lebih bijak dan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari sosialisasi pendidikan karakter melalui media film yang bekerja sama dengan PT Dinamika Lestari.

"Ini tahun kedua bekerja sama dengan PT Dinamika Lestari, PH produksi film pendidikan, rekomendasi dari Kemendikdasmen yang menyampaikan informasi melalui media digital untuk penguatan karakter," jelasnya.

Mustadi berharap para kepala sekolah dapat mengimplementasikan nilai-nilai moral yang terkandung dalam film tersebut di lingkungan sekolah masing-masing. Menurutnya, penguatan karakter harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas akademik peserta didik.

"Mari kita tingkatkan kualitas pendidikan kita. Tidak hanya mendidik anak-anak kita agar cerdas secara intelektual, namun juga cerdas hatinya, integritasnya juga tinggi. Namun juga diingat, tanggung jawab bapak ibu juga tinggi," tambahnya. (*)