Pesan Damai dari Reuni Jikustik Menggema di Prambanan Jazz 2026
KORANBERNAS.ID, SLEMAN — Reuni grup pop asal Yogyakarta, Jikustik, di Panggung Rukun Stage menjadi salah satu momen paling emosional dalam gelaran Prambanan Jazz Festival 2026, Minggu (5/7/2026).
Tampil dengan formasi yang menghadirkan kembali mantan vokalis Pongki Barata, band ini membawa ribuan penonton larut dalam nostalgia di kawasan Candi Prambanan.
Di sela penampilan, Pongki menyampaikan bahwa reuni tersebut bukan sekadar tampil bersama, melainkan membawa pesan tentang pentingnya berdamai dengan masa lalu.
"Kita itu main kalau memang dibutuhkan, main aja, enggak harus selalu bersama-sama. Karena memang message itulah yang ingin dikedepankan di Prambanan Jazz ini; bahwa kita harus belajar untuk berdamai dengan masa lalu," ujar Pongki, disambut tepuk tangan penonton.
Suasana semakin hangat ketika vokalis sekaligus basis Icha menanggapi pernyataan itu dengan candaan. Menurutnya, perselisihan merupakan hal yang wajar dalam perjalanan sebuah band.
"Perselisihan itu biasa. Orang berantem sudah biasa. Justru karena kita bersama-sama dulu, Jikustik itu bisa ada," ucapnya yang disambut tawa penonton.
Chemistry para personel juga terasa melalui berbagai guyonan di atas panggung. Pongki mengaku, setelah lama tidak tampil bersama, bercanda menjadi cara paling ampuh mencairkan suasana.
Mereka kemudian membagikan kisah di balik salah satu lagu hit Jikustik yang sempat hampir tidak direkam karena dianggap kurang menarik. Berkat rekaman demo yang ditemukan pihak label, lagu tersebut akhirnya diproduksi dan justru menjadi salah satu karya yang mengangkat nama Jikustik.
Dengan gaya bercanda, Pongki menyebut lagu itu akhirnya membawa Jikustik "ke kancah kabupaten dan kecamatan", memancing gelak tawa penonton.
Menjelang jeda pertunjukan sore, Jikustik memperkenalkan seluruh personel, termasuk gitaris Dadi Dharmawan yang disebut sebagai anggota paling setia yang bertahan sejak awal, serta Adit Joewono di posisi keyboard.
Penampilan reuni ditutup dengan singalong ribuan penonton saat Jikustik membawakan lagu-lagu andalan Setia dan Untuk Dikenang. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
