PGRI Purworejo Prioritaskan Guru Honorer, 120 Orang Masih Bergaji di Bawah Rp500 Ribu

PGRI Purworejo Prioritaskan Guru Honorer, 120 Orang Masih Bergaji di Bawah Rp500 Ribu
Ketua PGRI Kabupaten Purworejo, Irianto Gunawan, menyampaikan masih ada 120 guru honorer di Purworejo yang menerima penghasilan di bawah Rp500.000 per bulan saat Konferensi Kerja Kabupaten II PGRI Purworejo, Sabtu (4/7/2026). (wahyu n asmani/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Purworejo menjadikan peningkatan kesejahteraan guru sebagai prioritas utama. Pasalnya, hingga kini masih terdapat 120 guru honorer di Kabupaten Purworejo yang menerima penghasilan di bawah Rp500.000 per bulan.

"Di Purworejo masih tercatat 120 guru honorer berpenghasilan di bawah Rp500.000. PGRI akan terus memperjuangkan kesejahteraan guru. Selama ini perjuangan kami berjalan lancar karena bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo," kata Ketua PGRI Kabupaten Purworejo, Irianto Gunawan di sela Konferensi Kerja Kabupaten II PGRI Kabupaten Purworejo Tahun 2026 di Aula Gedung PGRI Purworejo, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Irianto, konferensi kerja tersebut menjadi momentum mengevaluasi program organisasi sekaligus menyusun langkah strategis ke depan agar PGRI semakin kuat dalam memperjuangkan kepentingan guru dan mempererat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo.

Selain fokus pada peningkatan kesejahteraan guru, PGRI Purworejo juga memperkuat perlindungan hukum bagi anggotanya melalui kerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum Universitas Muhammadiyah Purworejo.

"Kami telah menjalin kerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum Universitas Muhammadiyah Purworejo. Jika ada guru yang membutuhkan bantuan hukum, dalam waktu 1 x 24 jam akan langsung ditindaklanjuti," ujarnya.

Dalam Konferensi Kerja Kabupaten II Tahun 2026, PGRI Purworejo juga menyampaikan sejumlah pernyataan sikap. Di antaranya meminta pemerintah kembali membuka rekrutmen guru melalui jalur CPNS dengan latar belakang pendidikan yang linier guna mendukung pengembangan karier guru, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan.

PGRI juga menyatakan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dilaksanakan secara transparan dan tepat sasaran karena gizi yang baik berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.

Pembukaan konferensi dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Yudhie Agung Prihatno, Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah Dr. Sri Suciati, jajaran pengurus cabang PGRI, serta ratusan guru dari berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo. (*)