Pemuda Pancasila Bantul Gelar Kompetisi Sepak Bola Usia Dini
Ruang bagi anak-anak mengasah kemampuan, teknik, menjunjung sportivitas, kebersamaan dan semangat pantang menyerah.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Bantul bekerja sama dengan SSB Union United menggelar kompetisi Piala Pemuda Pancasila Kabupaten Bantul #Season 01 di Lapangan Timbulharjo Kapanewon Sewon Kabupaten Bantul, Sabtu (4/7/2026).
Sejak pagi hingga sore hari sebanyak 21 tim dari Sekolah Sepak Bola (SSB) di DIY dan Jawa Tengah mengikuti pertandingan dengan penuh totalitas. Meski cuaca terik tidak menyurutkan tekad peserta. Sebelum bertanding secara kompak semua tim meneriakkan yel yel Pancasila penuh semangat.
Sementara penonton termasuk para wali pemain, tampak berteriak dan bersorak sorai memberikan semangat bagi tim yang sedang bertanding.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bantul, Adi Susanto SH CTL, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi anak-anak dalam mengasah kemampuan, teknik, menjunjung sportivitas, kebersamaan dan semangat pantang menyerah.
Selain itu, juga menggairahkan dan menggelorakan sepak bola di Bantul khususnya usia dini. "Kami dari Pemuda Pancasila Kabupaten Bantul tergerak untuk ikut serta memajukan dunia sepak bola. Di tangan merekalah nasib Bangsa Indonesia ini di masa depan. Maka menyiapkan generasi penerus yang berkualitas sangat penting, termasuk di bidang olahraga khususnya sepak bola yang menjadi olahraga paling diminati masyarakat," kata Adi.
Menyatu bersama
Kompetisi ini dimaksudkan pula untuk mengenalkan keberadaan Pemuda Pancasila sejak awal termasuk kepada orang tua peserta lomba.
"Sepak bola mampu menyatukan kita bersama. Dan momennya pas dengan acara akbar piala dunia sehingga memacu mereka untuk berprestasi seperti pemain idolanya," tambahnya.
Para pemenang selain mendapat trofi juga sertifikat dan uang pembinaan. Juara pertama Rp 2 juta, juara 2 mendapat Rp 1.250.000 dan juara 3 (juara bersama) mendapat masing-masing Rp 500.000 untuk setiap kategori.
"Kita bisa lihat juga gelaran kompetisi ini turut menggerakkan ekonomi masyarakat yang berjualan di sekitar lokasi pertandingan," katanya.
Ketua panitia, Arif Prasetyo, mengatakan persiapan kompetisi sekitar dua minggu dengan mempertandingkan kategori KU 2017, KU 2016 dan KU 2015. "Ini mempertemukan para pemain bola usia dini dari berbagai daerah," katanya.
Pertandingan terlihat sangat ketat. Seperti saat final KU 2017, yang mempertemukan Orion Bantul kontra Mataram Utama Kita Yogyakarta, harus diakhiri dengan adu penalti dan dimenangkan oleh Mataram Utama. (*)
Sariyati Wijaya
