Kuota Haji Khusus 2027 Dibuka, Calon Jemaah Diminta Siapkan Pelunasan

Kuota Haji Khusus 2027 Dibuka, Calon Jemaah Diminta Siapkan Pelunasan
Plt. Kepala Kanwil Kemenhaj dan Umrah DIY, Silvia Rosetti, dalam Manasik Haji Perdana yang digelar PT Nur Ramadhan Internasional di Yogyakarta, Sabtu (12/7/2026). (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA - Pendaftaran penyelenggaraan haji khusus 2027 sudah dibuka. Calon jemaah haji diingatkan agar tidak hanya fokus mendaftar, tetapi juga menyiapkan dana pelunasan sejak jauh hari agar tidak kehilangan kesempatan berangkat.

Plt. Kepala Kanwil Kemenhaj dan Umrah DIY, Silvia Rosetti, dalam Manasik Haji Perdana yang digelar PT Nur Ramadhan Internasional di Yogyakarta, Sabtu (12/7/2026), mengungkapkan, berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, sekitar 40 persen calon jemaah haji khusus belum mampu melakukan pelunasan biaya ketika jadwal pembayaran dibuka. Akibatnya, mereka gagal berangkat pada tahun tersebut dan kuotanya dialihkan kepada nomor porsi berikutnya.

"Jangan hanya mengejar target mendaftar, tetapi sejak awal harus dipikirkan bagaimana sistem pelunasannya nanti. Ketika waktu keberangkatan tiba, jemaah harus sudah siap," ujarnya.

Ia menjelaskan, regulasi haji khusus tidak selalu memberikan kesempatan bagi jemaah yang gagal melunasi untuk otomatis berangkat pada musim haji berikutnya. Karena itu, pemerintah mendorong adanya program tabungan dan perencanaan keuangan sejak beberapa tahun sebelum keberangkatan.

Menurutnya, skema menabung secara berkala, termasuk menggunakan tabungan valuta asing untuk mengantisipasi fluktuasi kurs dolar, dapat menjadi solusi agar calon jemaah tidak terbebani saat pelunasan.

Kementerian Haji juga mengingatkan kesiapan berhaji tidak hanya diukur dari kemampuan finansial. Calon jemaah diminta mempersiapkan empat aspek utama, yakni kesehatan fisik, kematangan spiritual, kecukupan dana, dan penguasaan ilmu manasik.

Di sisi lain, pemerintah mengapresiasi langkah PT Nur Ramadhan Internasional yang memulai manasik lebih awal. Dengan waktu persiapan yang lebih panjang, calon jemaah diharapkan memiliki kesempatan lebih besar memahami tata cara ibadah, menjaga kondisi kesehatan, sekaligus menyiapkan pelunasan biaya.

"Sehingga seluruh kuota haji khusus 2027 dapat terserap optimal," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Nur Ramadhan Internasional, Mifdhol Abdurrahman, mengungkapkan persoalan biaya masih menjadi penyebab utama gagalnya calon jemaah berangkat. Ia mencontohkan, pada musim haji sebelumnya pemerintah merilis sekitar 600 nama calon jemaah yang mendapat giliran berangkat melalui PT Nur Ramadhan Internasional. Namun, hanya sekitar 340 orang yang akhirnya melunasi biaya perjalanan.

"Faktor terbesar adalah ketidaksiapan finansial, terutama karena biaya paket mengikuti nilai tukar dolar. Saat pelunasan dilakukan, kurs sering mengalami kenaikan sehingga sebagian jemaah belum siap," katanya.

Untuk keberangkatan 2027, PT Nur Ramadhan Internasional menerima daftar sekitar 465 calon jemaah. Seluruh calon jemaah tersebut kini mulai mengikuti manasik yang akan dilaksanakan sebanyak 10 hingga 11 kali hingga menjelang keberangkatan.

Untuk mengantisipasi gagal berangkat, mereka bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam pengelolaan keuangan melalui program Tabungan Haji BSI.

Melalui program ini, jemaah diharapkan lebih mudah mengelola keuangan, khususnya dalam pelunasan biaya ibadah haji.

"Tidak hanya itu, Nur Ramadhan Internasional juga membekali bimbingan ibadah yang komprehensif dan berkelanjutan sesuai dengan tuntunan sunnah," jelasnya. (*)