hari-terakhir-kampanye-pilur-bantul-dimeriahkan-kesenian-tradisional Empat calon lurah Wijirejo tampil bersama saat penyampaian visi dan misi di hari terakhir kampanye, Rabu (21/9/2022) (sariyati wijaya/koranbernas.id)


Sariyati Wijaya
Hari Terakhir Kampanye Pilur Bantul Dimeriahkan Kesenian Tradisional

SHARE

KORANBERNAS.ID,BANTUL -- Sebanyak 21 kalurahan se Kabupaten Bantul akan melaksanakan pemilihan lurah (pilur) pada Minggu, 25 September 2022 mendatang. Kampanye selama tiga hari sejak Senin (19/9/2022) berakhir Rabu (21/9/2022).


Pada hari terakhir panitia pemilihan lurah Wijirejo Kapanewon Pandak Bantul menggelar dengan  nuansa tradisional. Ada karawitan dari kelompok Wijilaras dibawah pengampu, Danarto Wijirejo, Heri Sujoko yang mengiringi acara penyampaian visi dan misi dari empat calon. Mereka adalah nomor urut  1 Sudibyo, Nomor urut 2 Wisnu S, nomor urut 3 Narya Tri Widada dan Nomor 4, H Mariyadi.


Ketua panitia Fauzi Afnan kepada koranbernas.id di lokasi mengatakan untuk kampanye hari terakhir memang dikemas  dengan budaya tradisional berupa iringan karawitan. Harapannya agar seni tradisi dan budaya yang hidup dan tumbuh di Wijirejo terus berkembang dan  lestari.

“Jadi selain visi dan misi yang disampaikan calon lurah, kita selipkan pesan-pesan budaya disana. Harapanya juga agar Wijirejo ayem tentrem, damai dan menjaga kerukunan walaupun berbeda pilihan,”kata Fauzi didampingi Heri Sujoko.


Dan bagi para calon, tim sukses dan relawan maupun pendukung diminta untuk mematuhi aturan yang berlaku. Termasuk saat memasuki masa tenang selama tiga hari sejak Kamis (22/9/2022) agar tidak melakukan tindakan yang bisa menimbulkan ketidak kondusifan di tengah masyarakat.

Dirinya juga meyakinkan bahwa panitia pemilihan lurah atau disebut  panitia sembilan netral dan bekerja secara fair.

“Bahkan kami hati-hati sekali  termasuk soal jari. Misal ada calon atau tim yang memposting kampanye melalui status WA ataupun media sosial miliknya agar tidak memberikan komentar. Bahkan memberi jempol atau like juga dilarang. Ini demi menjaga netralitas,” tandasnya.

Pada saat hari H, lanjut Fauzi para calon akan melakukan doa bersama dan pembekalan di kantor kalurahan pada pukul 07.00 WIB. Kemudian sarapan bersama sebelum akhirnya diantar oleh panitia ke TPS tempat mereka tinggal untuk memberikan hak suara.

Usai memberikan hak suara, para calon tadi akan dikarantina di suatu tempat oleh panitia selama proses pencoblosan hingga pukul 13.00 WIB. Setelah itu calon akan diantar pulang sembari menunggu hasil penghitungan.

“Untuk jumlah pemilih tercatat 8. 465 orang  orang yang terbagi  di 21 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam 10 pedukuhan.Rata-rata setiap pedukuhan itu 2 TPS, khusus pedukuhan Pandak ada 3 TPS, karena disana ada 1.200 pemilih.  Mengingat sesuai aturan bahwa  1 TPS maksimal 500 pemilih,”urai Fauzi yang juga carik Wijirejo tersebut.

Sementara itu usai penjabaran visi dan misi di kantor kalurahan, calon nomor 3 Narya Tri Widada bersama tim sukses, relawan dan pendukung melakukan  kampanye keliling menggunakan sepeda motor. Kompak berseragam warna putih, konvoi melewati pedusunan yang ada di Wijirejo. Mereka juga membawa mobil pick up dilengkapi sound system dan toa yang digunakan untuk mengajak warga memilih calon tersebut pada pencoblosan Minggu mendatang.

Tim relawan juga mencopot sendiri Alat Peraga Kampanye (APK) seperti spanduk. poster ataupun rontek yang dipasang di banyak titik.

“Kami taat pada aturan  bahwa hari ini Rabu (21/9/2022) pukul 24.00 WIB adalah berakhirnya masa kampanye. Maka kami  dengan kesadaran sendiri mencopot  APK yang telah kami pasang,” kata Narya didampingi istrinya Evi Widartini.Dirinya juga akan mematuhi masa tenang untuk tidak melakukan gerakan  massa  ataupun tindakan yang mencederai proses demokrasi. Misalnya soal politik uang. Kami sangat hindari hal tersebut.(*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini