Fakultas Peternakan UGM Beri Beasiswa Kuliah Gratis Anak Pedagang Keripik Pisang

Keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk memperoleh pendidikan tinggi.

Fakultas Peternakan UGM Beri Beasiswa Kuliah Gratis Anak Pedagang Keripik Pisang
M Nur Arifin warga Dayu Gadingsari Sanden Bantul saat didatangi tim dari UGM dan memberikan beasiswa penuh di Fakultas Peternakan kampus tersebut. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Wajah Nur Arifin (19) dan ibunya Ngalimah (50) berkaca-kaca penuh keharuan saat Dekan Fakultas Peternakan UGM Prof Ir Budi Guntoro S Pt M Sc Ph D IPU ASEAN Eng.berkunjung ke rumahnya di Dusun Dayu Kalurahan Gadingsari Sanden Bantul, Selasa (7/7/2026).

Ibu dan anak ini menerima kunjungan di rumahnya yang terlihat sangat sederhana. Tampak mendampingi Prof Budi Guntoro, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerja Sama Prof Yuny Erwanto dan Sekretaris Prodi S1 Fapet, Viagian Pastawan Ph d.

"Kami berharap Arifin bisa fokus dan mengoptimalkan diri saat kuliah nanti. Selamat, Mas. Ke depan harus fokus baik studi maupun di organisasi nanti. Manfaatkan kesempatan yang diberikan dengan beasiswa kuliah gratis ini untuk masa depan yang lebih baik,” pesan Budi Guntoro.

Arifin merupakan anak keenam dari sembilan bersaudara. Perjalanan hidupnya tidak selalu mudah. Ayahnya, Karyana, yang bekerja sebagai tukang kayu, meninggal dunia sekitar 15 tahun silam. Sejak saat itu, ibunya, Ngalimah, menjadi sosok yang berjuang membesarkan dan mendidik anak-anaknya.

Selain berjualan keripik pisang berdasarkan pesanan, Ngalimah juga mengajar kegiatan Taman Pendidikan Al Quran (TPA) di lingkungan tempat tinggalnya. Dia rutin mengadakan pengajian bagi anak-anak kampung setiap selesai salat Magrib di rumahnya. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat hingga bagian teras rumah mereka pernah mendapatkan bantuan rehabilitasi.

Budi Guntoro melihat keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk memperoleh pendidikan tinggi. Fapet UGM berkomitmen memastikan mahasiswa dapat belajar dengan tenang dan menyelesaikan studinya secara optimal melalui berbagai bentuk dukungan yang tersedia.

"Kisah Muhammad Nur Arifin menjadi bukti bahwa semangat belajar, ketekunan, dan dukungan keluarga dapat membuka jalan menuju perguruan tinggi yang diimpikan," katanya.

Dunia peternakan

Arifin mengaku tidak menyangka dapat diterima di Fapet UGM. Bahkan, saat proses pemilihan jurusan, beberapa guru sempat menyarankan untuk memilih program studi lain. Namun kecintaannya terhadap dunia peternakan membuatnya mantap memilih Fapet UGM.

“Sejak kecil saya sudah senang memelihara hewan, terutama kambing. Walaupun dulu pernah mengalami pengalaman sedih karena kambing peliharaan saya mati saat masih SD, ketertarikan saya pada peternakan tidak pernah hilang,” ungkap Arifin yang merupakan lulusan SMA Negeri 1 Bantul tersebut.

Ketertarikan tersebut semakin kuat karena ia bercita-cita mengembangkan usaha peternakan ayam broiler di masa depan. Selain itu, dia juga memiliki minat besar pada bidang nutrisi dan pangan yang menjadi salah satu alasan memilih Fapet UGM sebagai tempat melanjutkan pendidikan.

Menjelang perkuliahan dimulai, Arifin tidak menghabiskan waktunya dengan berdiam diri. Sejak awal Juni hingga akhir Juli, dia membantu kegiatan peternakan milik tetangganya yang sedang menjadi lokasi praktik mahasiswa UGM di THR Farm Dusun Karanganyar. Dalam kesehariannya, Arifin bertugas mengambil telur, memberikan pakan ternak, serta memantau suhu kandang.

“Pengalaman ini membuat saya semakin memahami bagaimana pengelolaan peternakan dilakukan secara langsung. Saya jadi semakin yakin memilih peternakan sebagai bidang yang ingin saya tekuni,” katanya.

Dia berharap dapat memperdalam ilmu peternakan dan nutrisi ternak serta mewujudkan cita-citanya menjadi peternak unggas yang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat.

Di bidang nonakademik, Arifin juga memiliki prestasi membanggakan. Dia pernah meraih juara lomba musikalisasi puisi tingkat provinsi. Prestasi tersebut menunjukkan, selain memiliki minat pada peternakan, juga aktif mengembangkan kemampuan di bidang seni dan literasi.

Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah SWT atas diterimanya Arifin di UGM. Semoga anak saya diberikan kemudahan dalam menempuh kuliah dan dapat meraih cita-citanya,” kata Ngalimah.

Di tengah berbagai keterbatasan, Arifin menunjukkan prestasi dapat diraih melalui ketekunan dan kedisiplinan belajar.

Menurut sang ibu, putranya tidak pernah mengikuti les tambahan. Dia dikenal sebagai anak yang fokus saat belajar di sekolah sehingga tidak perlu mengulang pelajaran secara berlebihan di rumah. (*)