Tradisi Panjang Sejak 1960, UAD Kampus Pencetak Guru Profesional

Meskipun para lulusan PPG sudah terjamin menjadi guru tertentu, hendaknya terus mengasah diri.

Tradisi Panjang Sejak 1960, UAD Kampus Pencetak Guru Profesional
Pelepasan lulusan PPG Guru Tertentu di JEC, Minggu (2/11/2025). (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menegaskan kembali komitmennya sebagai salah satu kampus unggulan dalam mencetak guru profesional di Indonesia. Komitmen itu terlihat dalam acara pelepasan 5.585 lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu di Jogja Expo Center (JEC), Minggu (2/11/2025).

Rektor UAD, Muchlas MT, menyatakan pentingnya semangat pembelajaran sepanjang hayat bagi para guru. Dia mengingatkan bahwa predikat guru profesional bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk terus berkembang.

“Meskipun para lulusan PPG sudah terjamin menjadi guru tertentu, hendaknya terus mengasah diri dan beradaptasi dengan ekosistem pendidikan baru,” ujarnya.

Menurut Muchlas, tantangan dunia pendidikan kini semakin kompleks seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan karakter generasi muda. Para guru dituntut memiliki kemampuan literasi digital yang kuat agar dapat memahami cara belajar peserta didik yang merupakan generasi digital native.

Guru mengimbangi

“Anak didik kita sekarang semuanya digital native. Maka, guru harus mampu mengimbangi dan mengarahkan potensi mereka agar teknologi benar-benar menjadi sarana pembelajaran yang positif,” tambahnya.

Selain menyoroti tantangan pendidikan, Muchlas juga menyampaikan sejumlah capaian penting UAD. Salah satunya adalah keberhasilan kampus tersebut menempati peringkat pertama perguruan tinggi swasta terbaik dalam Top Education School Ranking 2025.

Capaian itu, menurutnya, menjadi bukti nyata konsistensi UAD dalam membangun reputasi akademik, terutama di bidang pendidikan dan pengembangan profesi guru.

“Hal ini mengukuhkan reputasi UAD di kancah nasional dan internasional, serta menunjukkan kualitas kami dalam mencetak tenaga pendidik yang kompeten dan berdaya saing tinggi,” katanya.

Program PPG

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD, Muhammad Sayuti, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan besar yang diberikan pemerintah kepada UAD untuk menyelenggarakan program PPG.

Menurutnya, tanggung jawab mendidik hampir 6.000 guru tertentu bukan hal ringan, namun menjadi kehormatan besar bagi kampus yang telah berpengalaman panjang di bidang pendidikan.

“Kami bangga dan bersyukur atas kepercayaan pemerintah kepada UAD. Ini kepercayaan yang luar biasa sekaligus amanah besar untuk mencetak pendidik yang unggul,” ujar Sayuti.

UAD telah memiliki tradisi panjang dalam mendidik calon guru sejak tahun 1960. Selama 65 tahun perjalanan akademik, UAD tidak hanya menjadi rumah bagi calon pendidik, tetapi juga pusat pengembangan nilai-nilai pendidikan berbasis keislaman dan kemanusiaan.

Menjaga kualitas

“Sejak 1960, UAD telah berkomitmen mendidik anak bangsa menjadi guru profesional. Kami pernah menjadi penyelenggara PPG terbaik kedua nasional, dan terus berupaya menjaga kualitas itu,” tambahnya.

Momentum pelepasan ribuan guru ini sekaligus menjadi refleksi atas peran strategis perguruan tinggi dalam membentuk ekosistem pendidikan nasional yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

UAD melalui program PPG-nya menegaskan diri bukan hanya sebagai lembaga akademik, tetapi juga mitra strategis pemerintah menyiapkan sumber daya manusia pendidik yang tangguh di era digital. (*)