Wabup Purworejo Sebut Tiga Kunci Panjang Umur, Soroti Pola Hidup ala Jepang
Wabup Purworejo Dion Agasi Setyabudi mengajak warga menerapkan tiga kebiasaan hidup sehat, yakni rutin bergerak, mengonsumsi makanan bergizi, dan memperbanyak silaturahmi.
KORANBERNAS.ID, PURWOREJO – Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setyabudi mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup dan usia harapan hidup. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti rutin bergerak, mengonsumsi makanan sehat, dan memperbanyak silaturahmi dapat menjadi kunci hidup lebih panjang.
"Saya baca-baca referensi ternyata syarat di Jepang ada tiga kebiasaan yang selalu dijaga, yaitu orang Jepang selalu bergerak, makan makanan sehat, dan memperbanyak silaturahmi," kata Dion saat kegiatan cek kesehatan gratis dan makan bergizi gratis di Balai Desa Sumbersari, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Kamis (16/7/2026).
Dion mengatakan Pemerintah Kabupaten Purworejo bersama Bupati terus memprioritaskan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya melalui layanan berobat gratis di puskesmas, perawatan kelas III tanpa biaya, hingga pengaktifan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan yang menunggak agar masyarakat tetap dapat memperoleh layanan kesehatan.
"Saya bersama Bupati Purworejo fokus memberi fasilitas kesehatan gratis untuk masyarakat. Warga Purworejo silakan berobat ke puskesmas tidak membayar alias gratis. Bagi yang membutuhkan layanan rawat inap kelas III juga gratis. BPJS yang menunggak pun bisa langsung diaktifkan kembali untuk berobat," ujarnya.
Ia juga menjelaskan Pemkab Purworejo telah menyediakan rumah singgah di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, bagi warga yang menjalani rujukan di RSUP Dr. Sardjito.
Menurut Dion, rumah singgah tersebut dapat dimanfaatkan pasien maupun keluarga yang harus menjalani pengobatan rutin, seperti terapi penyinaran, sehingga tidak perlu bolak-balik dari Purworejo setiap hari. Keberadaan fasilitas itu turut didukung sejumlah relawan, di antaranya komunitas Sedekah Seribu Sehari (S3) dan Embun Surga.
Dion menambahkan angka harapan hidup di Indonesia saat ini sekitar 74 tahun, sedangkan di Jepang mencapai sekitar 84 tahun. Karena itu, ia mengajak masyarakat membiasakan olahraga ringan seperti berjalan kaki, memperbanyak konsumsi sayur, mengurangi makanan cepat saji dan mi instan, serta menjaga hubungan sosial dengan lingkungan sekitar.
Dalam dialog bersama warga, Dion berbincang dengan pasangan lanjut usia Maryono (82) dan istrinya (76) yang telah menjalani 51 tahun pernikahan. Keduanya membagikan resep hidup panjang umur, yakni menjalani hidup dengan nrimo, sabar, dan ikhlas.
Warga lanjut usia lainnya, Satimin (84), juga menarik perhatian karena masih berjalan tegap dan tampak bugar. Kepada Wabup, ia mengaku selalu menjalani hidup dengan optimistis.
"Opo tujuan kudu iso kelakon (apa yang diinginkan harus tercapai)," ucap Satimin.
Camat Banyuurip Sarjono mengapresiasi pelaksanaan cek kesehatan gratis dan program makan bergizi gratis yang digelar di wilayahnya.
"Terima kasih Pak Dion sudah memberikan layanan kesehatan untuk warga kami. Semoga cek kesehatan gratis ini bisa dimanfaatkan warga Banyuurip," katanya.
Salah seorang warga Desa Sumbersari, Murniyati (56), mengaku terbantu dengan layanan tersebut. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, ia dinyatakan dalam kondisi baik dan hanya diminta menjaga pola makan. (*)
Wahyu Nur Asmani EW
