Layanan PSO Makin Diminati, 865 Ribu Penumpang Gunakan KA Bandara YIA
KA Bandara YIA PSO mencatat 865.187 penumpang selama Januari–Juni 2026. Tingginya minat masyarakat menunjukkan meningkatnya penggunaan transportasi publik menuju Bandara YIA di Yogyakarta.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Minat masyarakat menggunakan transportasi publik di Daerah Istimewa Yogyakarta terus meningkat. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, layanan Kereta Api (KA) Bandara YIA Public Service Obligation (PSO) mengangkut 865.187 penumpang, mempertegas perannya sebagai tulang punggung konektivitas menuju Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel yang menawarkan perjalanan tepat waktu, nyaman, aman, dan terjangkau. Kehadiran layanan bersubsidi ini juga dinilai mendorong pergeseran penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho, mengatakan layanan KA Bandara YIA PSO kini tidak hanya berfungsi sebagai penghubung menuju bandara, tetapi juga berkembang menjadi simpul integrasi berbagai moda transportasi.
"KA Bandara YIA PSO tidak hanya menghadirkan akses transportasi yang terjangkau, tetapi juga menjadi simpul konektivitas yang menghubungkan bandara, pusat kota, layanan kereta api jarak jauh hingga kereta commuter. Integrasi ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan secara lebih efisien, nyaman, dan tepat waktu," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).
Melalui Stasiun Yogyakarta, penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke Bandara YIA maupun berpindah ke kereta api jarak jauh dan layanan commuter yang melayani berbagai kota di DIY dan Jawa Tengah. Integrasi tersebut memudahkan wisatawan, pelaku usaha, mahasiswa, maupun masyarakat umum dalam beraktivitas.
Porwanto mengatakan konektivitas yang semakin baik turut berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Akses menuju Yogyakarta maupun Bandara YIA menjadi lebih praktis sehingga mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Selain itu, penggunaan kereta api juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon. Sebagai transportasi massal, kereta api menghasilkan emisi per penumpang yang lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi, sekaligus membantu mengurangi kemacetan dan konsumsi bahan bakar.
KAI Bandara memastikan akan terus meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat integrasi antarmoda agar semakin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi publik.
"Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Yogyakarta," katanya.
KAI Bandara juga mengingatkan penumpang untuk menjaga barang bawaan selama perjalanan serta memanfaatkan layanan lost and found apabila terjadi kehilangan. Bagi calon penumpang pesawat, KAI Bandara mengimbau agar tiba di Bandara YIA setidaknya tiga jam sebelum penerbangan internasional dan dua jam sebelum penerbangan domestik.(*)
Yvesta Putu Ayu Palupi
