STIKES Surya Global Yogyakarta Perkuat Proteksi Diri Siswa Tunagrahita
Ini merupakan bagian dari Program Hibah Pengabdian Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Kemendiktisaintek Tahun 2026.
KORANBERNAS.ID, KULONPROGO -- STIKES Surya Global Yogyakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Penguatan Literasi Psikologis dan Sistem Proteksi Diri untuk Pencegahan Kekerasan Seksual pada Penyandang Disabilitas di SLB PGRI Nanggulan Kulonprogo, Selasa (14/7/2026).
Ini merupakan bagian dari Program Hibah Pengabdian Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Pelaksanaan 2026. Kegiatan dilaksanakan oleh STIKES Surya Global sebagai bentuk komitmen mendukung perlindungan kelompok rentan.
Program pengabdian diketuai Ardhian Indra Darmawan S Kep Ns M Kep dengan anggota tim Niken Setyaningrum S Kep Ns M Kep dan Evi Ni'matuzzakiyah S Th I MA. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan dosen Keperawatan Anak Dr Gani Apriningtyas B S Kep Ns M Kep sebagai bentuk sinergi multidisiplin dalam meningkatkan kualitas edukasi bagi penyandang disabilitas.
Melalui siaran pers kepada redaksi koranbernas.id, Ardhian Indra Darmawan mengatakan pelaksanaan kegiatan difokuskan pada upaya meningkatkan pengetahuan dan memperkuat keterampilan perlindungan diri bagi siswa tunagrahita melalui pendekatan edukatif yang disesuaikan dengan karakteristik peserta.
Tim pengabdian membuat video edukasi "Tubuhku Milikku" yang dikembangkan secara khusus sebagai media pembelajaran yang sederhana, menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak tunagrahita. Video tersebut menjadi sarana untuk mengenalkan konsep tubuh pribadi, batasan yang aman serta langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi yang membuat anak merasa tidak nyaman.
Selain pemutaran video, kegiatan juga dilengkapi dengan penggunaan media edukasi interaktif berupa boneka anatomi edukatif, poster pembelajaran dan permainan kartu "Boleh" dan "Tidak Boleh". Melalui media tersebut, siswa diajak mengenali situasi aman dan tidak aman, belajar mengatakan "tidak" terhadap perilaku yang tidak sesuai, serta memahami pentingnya mencari bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya.
Pendekatan yang digunakan mengutamakan pembelajaran konkret, visual dan berulang agar sesuai dengan kebutuhan belajar anak tunagrahita.
Tidak hanya menyasar siswa, program ini juga memberikan edukasi kepada orang tua dan wali siswa melalui materi bertema Peran Orang Tua dalam Pencegahan Perilaku Kekerasan Seksual bagi Siswa Tunagrahita.
Dalam sesi tersebut, orang tua memperoleh pemahaman mengenai pentingnya komunikasi yang terbuka, pengawasan yang tepat, pendidikan seksual yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, serta cara mengenali tanda-tanda apabila anak mengalami perlakuan yang tidak aman.
"Perlindungan terhadap anak penyandang disabilitas memerlukan keterlibatan berbagai pihak, terutama keluarga dan sekolah," katanya.
"Anak tunagrahita memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar dan hidup dalam lingkungan yang aman. Melalui program ini, kami berharap siswa memiliki kemampuan dasar untuk melindungi dirinya, sementara orang tua dan guru semakin siap memberikan pendampingan dan perlindungan secara berkelanjutan," lanjut Ardhian.
Sesuai karakteristik
Sementara itu, anggota tim, Niken Setyaningrum, menjelaskan media edukasi yang digunakan telah dirancang sesuai dengan karakteristik anak tunagrahita sehingga materi dapat diterima dengan lebih mudah.
"Kami mengembangkan media pembelajaran yang sederhana, konkret dan menyenangkan agar anak mampu mengenali situasi yang aman maupun tidak aman, sekaligus berani meminta pertolongan kepada orang dewasa yang dipercaya," kata Niken.
Melalui program hibah ini, STIKES Surya Global Yogyakarta berharap dapat berkontribusi membangun lingkungan yang lebih inklusif, aman dan ramah bagi penyandang disabilitas.
Sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, keluarga dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi penting dalam upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap anak serta memperkuat sistem perlindungan yang berkelanjutan.
"Melindungi anak bukan hanya tugas keluarga, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Edukasi yang tepat hari ini adalah investasi untuk masa depan anak yang lebih aman, berdaya dan bermartabat," katanya.
Kepala SLB PGRI Nanggulan Veronica Wahyu Utari S Pd menyambut baik pelaksanaan program ini dan memberikan apresiasi atas inisiatif STIKES Surya Global Yogyakarta memberikan edukasi yang sangat dibutuhkan oleh siswa maupun orang tua.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki manfaat yang besar dalam meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya perlindungan anak penyandang disabilitas dari berbagai bentuk kekerasan.
Pihak sekolah juga berharap kerja sama dengan STIKES Surya Global Yogyakarta dapat terus berlanjut melalui berbagai program edukasi dan pendampingan yang mendukung kesehatan, keselamatan serta kesejahteraan peserta didik. (*)
Sariyati Wijaya
