Bupati Klaten Ingatkan Bahaya Gawai bagi Anak, Pokja Bunda PAUD Dikukuhkan

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengingatkan bahaya penggunaan gawai tanpa pengawasan pada anak saat pengukuhan Pokja Bunda PAUD Kabupaten Klaten. Pemerintah mendorong penguatan pola asuh keluarga dan layanan PAUD holistik integratif untuk mendukung wajib belajar 13 tahun.

Bupati Klaten Ingatkan Bahaya Gawai bagi Anak, Pokja Bunda PAUD Dikukuhkan
Bunda PAUD Kabupaten Klaten Ny Fahrani Hamenang mengukuhkan pengurus Pokja Bunda PAUD Kabupaten Klaten periode 2026-2030 di Hotel Grand Tjokro Klaten, Kamis (16/7/2026). Pengukuhan diharapkan memperkuat sinergi dalam meningkatkan layanan PAUD yang berkualitas melalui pendekatan holistik integratif. (Masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN — Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD memiliki peran strategis dalam menciptakan generasi berkualitas di tengah tantangan pola asuh anak pada era digital. Menurutnya, penggunaan gadget tanpa pengawasan dapat memengaruhi tumbuh kembang anak sehingga membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, dan pemerintah.

"Saya akui berat (tugasnya). Tapi ini tugas sangat mulia," kata Hamenang Wajar Ismoyo usai Pengukuhan Pokja Bunda PAUD Kabupaten Klaten Periode 2026-2030 di Hotel Grand Tjokro Klaten, Kamis (16/7/2026).

Hamenang mengatakan kondisi anak saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya. Jika dahulu orang tua menghadapi anak yang sulit makan dengan cara tertentu, kini banyak yang memilih memberikan telepon genggam atau tablet sambil memutar YouTube maupun TikTok.

"Kalau sekarang yang penting ada HP atau tablet. Setel YouTube atau TikTok sambil makan. Itu bisa menjadi bahaya ketika kita tidak bisa memfilter yang ditonton. Jangan sampai mereka dewasa melebihi usianya," ujarnya.

Menurut dia, pendidikan anak usia dini tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga harus diterapkan di lingkungan keluarga. Karena itu, Pokja Bunda PAUD diharapkan mampu mengedukasi orang tua agar menerapkan pola asuh yang selaras dengan pendidikan di sekolah melalui pendekatan holistik integratif.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Klaten Ny Fahrani Hamenang mengatakan pemerintah kini menerapkan wajib belajar 13 tahun, dengan tambahan satu tahun pendidikan prasekolah di jenjang PAUD.

Menurutnya, PAUD menjadi fase penting karena anak belajar melalui kegiatan yang menyenangkan. Selain itu, anak mendapat pendampingan dari tenaga pendidik yang kompeten sehingga pola asuh, tumbuh kembang, dan kesehatannya dapat dipantau secara optimal.

"Bukan hanya itu saja bapak/ibu. Ketika kita menitipkan anak ke PAUD, Insya Allah kita menitipkan kepada pihak-pihak yang berkompeten. Sehingga pola asuhnya benar, tumbuh kembang anak diawasi. PAUD yang ada sekarang ini sudah menerapkan holistik integratif. Karena itu PAUD tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus bekerja sama dengan stakeholder yang ada," katanya.

Fahrani menambahkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten selama ini juga mendampingi lembaga PAUD melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), penyelarasan pola asuh antara rumah dan sekolah, serta penyelenggaraan kelas parenting bagi orang tua.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Titin Windiyarsih mengatakan pengukuhan Pokja Bunda PAUD bertujuan memberikan pemahaman mengenai peran dan fungsi Pokja dalam mengoptimalkan layanan PAUD yang berkualitas sekaligus menyosialisasikan program kerja kepada pengurus tingkat kabupaten dan kecamatan. (*)