Pangdam IV Diponegoro Minta Prajurit Yonif TP 440/SJS Jaga Nama Baik TNI
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat meninjau pembangunan Yonif TP 440/Satria Joko Sangkrip di Kebumen. Pangdam meminta seluruh prajurit menjaga profesionalisme, disiplin, serta nama baik TNI, sekaligus mengapresiasi progres pembangunan Marshalling Area.
KORANBERNAS.ID, KEBUMEN – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat meninjau progres pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 440/Satria Joko Sangkrip (SJS) di Desa Banyumudal dan Desa Nogoraji, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen.
"Seluruh prajurit harus menjaga nama baik pribadi, satuan, dan institusi TNI," tegas Achiruddin saat kunjungan kerja meninjau pembangunan Yonif TP 440/SJS di Marshalling Area, Rabu (15/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam didampingi Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah, Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majlestyawan Prihantono, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Kebumen.
Di hadapan prajurit Yonif TP 440/SJS, Achiruddin mengapresiasi kesiapan Marshalling Area yang telah dibangun. Ia meminta seluruh fasilitas dijaga, dirawat, dan disempurnakan karena dalam waktu dekat akan difungsikan sebagai tempat tinggal dan kantor sementara prajurit.
Menurutnya, meski masih dalam tahap pembentukan, Yonif TP 440/SJS harus dipersiapkan sebagai satuan tempur yang profesional. Karena itu, setiap prajurit dituntut memiliki kesiapan mental, fisik, serta kemampuan tempur yang memadai.
Achiruddin juga meminta seluruh personel bangga menjadi bagian dari Yonif TP 440/SJS sebagai salah satu satuan yang memperkuat TNI AD. Ia menegaskan keberhasilan dan nama baik satuan bergantung pada seluruh prajurit, mulai dari perwira, bintara, hingga tamtama.
Ia optimistis Yonif TP 440/SJS dapat berkembang menjadi satuan berprestasi seperti batalyon unggulan lainnya di lingkungan TNI AD. Untuk itu, prajurit diminta terus meningkatkan kemampuan melalui latihan serta selalu siap apabila sewaktu-waktu menerima penugasan operasi.
Selain profesionalisme, Pangdam mengingatkan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat dengan mengamalkan jati diri TNI sebagai tentara rakyat. Prajurit juga diminta menghindari pelanggaran hukum maupun aktivitas ilegal yang dapat mencoreng nama baik institusi.
Achiruddin turut mengingatkan prajurit agar bijak menggunakan media sosial, tidak mengomentari politik, kebijakan pemerintah, maupun isu lain yang berpotensi merugikan institusi TNI. Ia juga meminta prajurit mewaspadai berbagai bentuk penipuan di media sosial karena jejak digital bersifat permanen.
Kepada prajurit muda Yonif TP 440/SJS, Achiruddin berpesan agar memanfaatkan masa dinas untuk terus belajar, berlatih, dan mengembangkan kemampuan sehingga menjadi prajurit yang tangguh, berkarakter, dan berprestasi. (*)
Nanang W Hartono
