Jumakir Dorong Regenerasi Petani Lewat Pembelajaran Pertanian di Sekolah

Ketua Komisi A DPRD Bantul Jumakir mendorong regenerasi petani melalui pendidikan pertanian sejak dini. Hal itu disampaikan saat panen perdana terong dan tomat di lahan praktik SMP Negeri 2 Pundong yang menjadi bagian dari program literasi pertanian dan ketahanan pangan.

Jumakir Dorong Regenerasi Petani Lewat Pembelajaran Pertanian di Sekolah
Ketua Komisi A DPRD Bantul Jumakir mengikuti panen perdana hasil pertanian di lahan praktik SMP Negeri 2 Pundong, Kamis (16/7/2026). Ia mendorong pengenalan pertanian sejak dini sebagai upaya menyiapkan regenerasi petani. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL – Ketua Komisi A DPRD Bantul Jumakir mendorong regenerasi petani melalui pengenalan dunia pertanian sejak usia dini. Menurutnya, pendidikan pertanian di sekolah menjadi langkah penting agar generasi muda tertarik menekuni sektor yang selama ini didominasi petani berusia lanjut.

"Kami dari DPRD Bantul berkomitmen sektor pertanian terus kita dorong agar maju dan berkembang, termasuk menyiapkan regenerasi petaninya," kata Jumakir saat mengikuti panen perdana hasil pertanian di SMP Negeri 2 Pundong, Kamis (16/7/2026).

Jumakir menilai seluruh masyarakat bergantung pada hasil pertanian sehingga minat generasi muda terhadap sektor tersebut harus terus ditumbuhkan melalui pembelajaran yang berkelanjutan.

"Orang hidup membutuhkan produk pertanian. Karena itu, anak-anak muda harus ditumbuhkan rasa cintanya terhadap pertanian melalui pembelajaran yang berkesinambungan," ujarnya.

Panen perdana tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul Nugroho Eko Setyanto, Ketua KPU Bantul Joko Santosa, Panewu Pundong Vita Yuliatun, Kepala SMP Negeri 2 Pundong Eddy Santoso, serta para siswa.

Kepala SMP Negeri 2 Pundong Eddy Santoso mengatakan panen perdana dilakukan setelah tanaman dibudidayakan sejak 12 Mei 2026.

"Kegiatan hari ini merupakan panen perdana setelah dilakukan penanaman sejak 12 Mei lalu," katanya.

Menurut Eddy, sekolah menyediakan lahan seluas sekitar 1.050 meter persegi sebagai sarana praktik siswa. Lahan tersebut ditanami berbagai komoditas, seperti terong, tomat, cabai, sayuran, dan tanaman buah. Selain itu, sekolah juga membangun kolam ikan berbahan terpal sebagai media pembelajaran perikanan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul Nugroho Eko Setyanto mengatakan literasi pertanian di tingkat SD dan SMP tidak hanya diberikan melalui teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan agar siswa memahami proses budidaya.

Ia menilai pengenalan pertanian sejak dini menjadi bagian penting dalam mendukung program kedaulatan pangan. Program tersebut juga mendapat dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul melalui penyediaan bibit dan sarana pendukung, serta dukungan DPRD Bantul dalam penganggaran.

Jumakir berharap model pembelajaran pertanian yang diterapkan SMP Negeri 2 Pundong dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dengan menyesuaikan potensi wilayah masing-masing. (*)