Mahasiswa Ilmu Sosial dan Politik se-Indonesia Gelar Kongres di Sleman
Peserta terdiri ratusan mahasiswa perwakilan dari 60 kampus se-tanah air.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Lembaga Mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Se-Indonesia (Ilmispi) menggelar Kongres IX di Youth Center DIY Jalan Kebon Agung Mlati Kabupaten Sleman.
Adapun narasumber Niken Ariati M Si selaku Kepala Biro Hukum, Organisasi dan Persidangan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) serta Ketua Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) DIY, M Asruri Faishal Alam. Peserta terdiri ratusan mahasiswa dari 60 kampus se-tanah air.
Niken mengatakan anak muda termasuk mahasiswa memiliki peran ikut mengentaskan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan dan pembangunan. Salah satunya dengan mengawasi program pemerintah atau kebijakan yang berjalan. Sekiranya tidak tepat bisa memberikan usulan program agar tepat sasaran dan sesuai kondisi di daerah.
Mahasiswa bisa membuka web Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Di dalamnya terdapat sepuluh status desil (sistem pengelompokan kesejahteraan yang menentukan kelayakan menerima bantuan sosial dari pemerintah).
Kantong kemiskinan
"Dalam DTSEN tersebut akan terlihat sebaran angka kemiskinan maupun kantong-kantong kemiskinan. Mahasiswa bisa cek dan mengawasi apakah program yang dilaksanakan pemerintah ini tepat atau tidak. Jika tidak berikan masukan agar kemiskinan di wilayah tersebut teratasi. Jadi kritik itu ada dasarnya,” katanya.
Selain itu, juga bisa mengusulkan program misalnya melalui pokok pikiran (pokir) dewan. Sementara M Asruri Faishal Alam mengatakan pemuda termasuk mahasiswa harus berdaya dan berperan bagi lingkungan bahkan lebih luas bangsa dan negara.
Konsep Pemuda Berdaya adalah memiliki kemampuan intelektual dan keterampilan, mampu menjadi agen perubahan sosial, memiliki akses terhadap peluang ekonomi sosial dan politik serta berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat.
"Kita ingin semua organisasi pemuda terafiliasi pada kegiatan pemberdayaan masyarakat. Tidak perlu dilihat latar belakangnya entah merah,hijau atau yang lain,tapi harus bersatu dalam menjalankan program," kata Juara 2 Pemuda Pelopor Tahun 2024 tersebut.
Bukan obyek
Faishal berharap mahasiswa Fisip bukan menjadi obyek pembangunan namun subyek. Kemudian, meningkatkan kapasitas SDM mereka, memperkuat jaringan hingga ke pusat dan turut membangun daerah asalnya. "Bagaimana jaringan ini digunakan turun ke bawah dan bermanfaat bagi masyarakat," kata Faishal.
Ketua panitia kongres, Ivannnindra Juan dari UNY mengatakan acara itu untuk penyegaran organisasi dan membahas program kerja ke depan serta evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan. "Kongres untuk lebih me-refresh organisasi," kata Juan yang juga ketua BEM Fisip UNY tersebut. (*)
Sariyati Wijaya
