NasDem DIY Rangkul Anak Muda Lewat Gaya Politik Baru Mini Soccer

Anak muda tidak lagi tertarik spanduk dan bendera. Mereka butuh aksi nyata dan ruang ekspresi diri.

NasDem DIY Rangkul Anak Muda Lewat Gaya Politik Baru Mini Soccer
Mini soccer yang digelar DPW Partai NasDem DIY di Maleha Sportainment, Minggu (2/11/2025). (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Di tengah meningkatnya jarak antara dunia politik dan anak muda, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencoba menembus sekat itu dengan cara berbeda. Tanpa acara seremonial yang kaku, NasDem DIY justru mengajak generasi muda turun ke lapangan secara harfiah.

Melalui turnamen mini soccer di Maleha Sportainment Jalan Parangtritis, Minggu (2/11/2025), partai ini menunjukkan wajah barunya yang lebih cair, sportif dan merangkul anak muda dekat dengan gaya hidup mereka.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-14 Partai NasDem yang digelar sejak 11 Oktober silam dan puncaknya pada 11 November 2025.

Pagi pengurus partai, olahraga ini bukan sekadar perayaan ulang tahun melainkan momentum strategis untuk mengembalikan politik pada akar sosialnya yakni kebersamaan dan partisipasi.

Untuk masyarakat

“Seluruh daerah melakukan kegiatan serupa, baik olahraga maupun sosial. Kami ingin berbuat lebih banyak lagi untuk masyarakat,” ujar Ivanhoe Semen, Ketua Bidang Hubungan Sayap dan Badan DPP Partai NasDem, usai membuka acara.

Dia menyatakan, NasDem ingin tampil sebagai partai modern yang memahami denyut zaman. NasDem harus menjadi solusi atas persoalan masyarakat, bukan sekadar menawarkan wacana. “Ulang tahun ke-14 kami maknai sebagai momen anak muda yang sedang aktif-aktifnya,” ujarnya.

Ivanhoe menyadari bahwa generasi muda kini menjadi segmen pemilih terbesar di Indonesia. Menurutnya, cara partai berkomunikasi juga harus menyesuaikan dengan realitas baru.

“Pemilih pemula dari Gen Z sangat dominan. Karena itu, seluruh partai berusaha merebut hati anak muda. NasDem melihat, cara terbaik bukan dengan kampanye kaku, tapi melalui kegiatan yang menyentuh langsung dunia mereka,” jelasnya.

Tempat tumbuh

Yogyakarta dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kota ini sebagai “Kota Pelajar” dengan populasi mahasiswa yang besar, sekaligus tempat tumbuhnya gagasan dan aktivisme anak muda.

“Kami ingin menunjukkan bahwa partai politik bisa menjadi ruang yang bersih, modern, dan terbuka. Anak muda bukan hanya obyek politik, tapi subjek penting dalam perubahan,” kata Ivanhoe.

Ketua Garda Pemuda NasDem (GPND) DIY, Bagus Setyawan, menambahkan bahwa kegiatan olahraga seperti mini soccer menjadi cara efektif untuk menjembatani dunia politik dan anak muda.

“Banyak anak muda apatis terhadap politik, padahal jumlah mereka dominan di pemilu. Kami ingin menunjukkan bahwa politik itu bisa asyik dan relevan dengan masa mereka,” ujarnya.

Gaya baru

Bagus yang juga dikenal sebagai penerus usaha Raminten menjelaskan NasDem memang mendorong politik gaya baru tidak melulu dengan atribut partai, tapi melalui aktivitas komunitas dan kreativitas.

“Anak muda tidak lagi tertarik dengan spanduk dan bendera. Mereka butuh aksi nyata dan ruang untuk mengekspresikan diri. Kami bergerak dengan cara yang berbeda,” katanya.

Turnamen mini soccer diikuti 16 tim muda dari berbagai kabupaten dan kota di DIY. Suasana kompetisi berlangsung meriah namun tetap menjunjung sportivitas. Selain pertandingan, DPW NasDem DIY juga menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah dan lomba e-sport Mobile Legends.

Menurut Subarno Sutoyo dari DPW NasDem DIY, kegiatan ini menunjukkan bahwa politik tidak harus selalu tampil di ruang formal. “Animo masyarakat luar biasa. Kami ingin mengajak anak muda ikut dalam arus perubahan sebagaimana tagline NasDem,” ujarnya.

Aspek sosial

Subarno menjelaskan, semangat yang diusung bukan sekadar menyentuh aspek fisik lewat olahraga, tapi juga aspek sosial dan digital yang menjadi bagian dari keseharian generasi muda masa kini.

Langkah yang ditempuh NasDem DIY ini mencerminkan pergeseran gaya komunikasi politik di era digital. Generasi muda tidak lagi mudah digerakkan oleh retorika, tetapi oleh kedekatan, pengalaman dan konsistensi nilai.

Dengan menjadikan olahraga, kesehatan, dan e-sport sebagai jembatan, NasDem berupaya menumbuhkan kembali kepercayaan generasi muda terhadap politik. Di Yogyakarta, langkah ini menjadi simbol bahwa partai bisa menjadi ruang ekspresi, kolaborasi, dan kontribusi sosial, bukan sekadar perebutan kekuasaan. (*)