Sebanyak 39 Perpusdes di Purworejo Terima Bantuan Buku dari Perpusnas

Kami tidak ingin bantuan ini hanya berhenti sebagai tumpukan buku di rak.

Sebanyak 39 Perpusdes di Purworejo Terima Bantuan Buku dari Perpusnas
Petugas perpusdes di Purworejo saat menerima bantuan buku dari Perpusnas. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) kembali meluncurkan program Bantuan Bahan Bacaan Bermutu untuk tahun 2025. Sebanyak 10 ribu perpustakaan umum desa dan kelurahan di seluruh Indonesia ditetapkan sebagai penerima bantuan, termasuk 39 perpustakaan desa/kelurahan (perpusdes) di Kabupaten Purworejo.

Melalui program itu, setiap perpustakaan penerima bantuan memperoleh 1.000 eksemplar buku dengan judul beragam, satu unit rak buku serta bimbingan teknis peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan. Komponen bimbingan teknis dinilai sebagai elemen penting memastikan pemanfaatan bahan bacaan secara optimal di masyarakat.

Di Kabupaten Purworejo, proses pengiriman bantuan buku masih berlangsung. Antusiasme dan harapan sudah terasa dari para pengelola perpustakaan desa yang tak sabar menyambut kiriman buku-buku baru ini.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Purworejo, Stephanus Aan Isa Nugroho S STP MSi, menyampaikan apresiasi atas perhatian Perpusnas terhadap penguatan literasi di wilayahnya.

Berkualitas

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi program Bantuan Bahan Bacaan Bermutu ini. Bantuan sangat bermanfaat untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap buku-buku yang berkualitas, terutama di wilayah pedesaan. Selain itu, pelatihan pengelola juga akan memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat,” ujarnya, Senin (21/7/2025).

Dia menegaskan komitmen dinas untuk terus mendampingi perpustakaan-perpustakaan penerima bantuan agar bantuan benar-benar memberikan dampak positif dan berkelanjutan.

“Kami tidak ingin bantuan ini hanya berhenti sebagai tumpukan buku di rak. Melalui pelatihan dan pendampingan, kami berharap perpustakaan desa mampu menjadi ruang belajar yang hidup dan memberi dampak nyata,” tambahnya.

Program tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya ekosistem literasi yang sehat dan berdaya di tingkat desa, serta mempercepat pemerataan akses informasi dan pengetahuan di seluruh penjuru negeri. (*)