Forum Anak Kemantren Wirobrajan Gelar Kampanye Pagar Diri
Mengingatkan para remaja tetap waspada risiko pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba serta penggunaan media sosial yang tidak sehat.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Memasuki masa libur panjang akhir semester, Forum Anak Kemantren Wirobrajan (FA Wirama) menggelar kampanye bertajuk Pagar Diri: Keren Itu Berani Jaga Diri & Punya Prinsip, Bukan Ikut Arus.
Aksi ini yang akan dilaksanakan di RTHP Wirabraja (Jopraban), Sabtu (20/12/2025) pukul 15:30 - 17:30 tersebut diikuti para pelajar SMP & SMA serta remaja wilayah di sekitar Kemantren Wirobrajan Kota Yogyakarta.
Tujuannya mengingatkan para remaja agar tetap waspada terhadap risiko pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, serta penggunaan media sosial yang tidak sehat termasuk grooming yang marak terjadi selama mengisi waktu luang di liburan ini.
“Kami ingin teman-teman sebaya memahami, liburan bukan berarti bebas tanpa batas. Libur adalah momen untuk recharge energi, tapi tetap harus dilakukan dengan kegiatan yang positif dan bertanggung jawab,” ujar Syafiq selaku penanggung jawab Aksi Pagar Diri.
Perilaku berisiko
Melalui siaran pers, Kamis (18/12/2025), dia menyatakan masa libur sekolah seringkali menjadi waktu di mana pengawasan terhadap anak dan remaja berkurang karena fleksibilitas waktu yang lebih tinggi. Berdasarkan data evaluasi tahunan, periode libur panjang kerap beriringan dengan peningkatan angka kenakalan remaja dan perilaku berisiko lainnya.
“Jadi, sasaran dari kampanye ini tidak hanya teman sebaya tapi juga para orang dewasa yang melintas di lokasi aksi, agar bisa menjalankan fungsinya sebagai pelindung anak mereka, khususnya selama liburan ini,” ujarnya.
Dalam aksi kali ini, FA Wirama menekankan empat pesan utama bagi seluruh remaja dan orang dewasa di sekitar anak. Pertama, mendorong partisipasi aktif: memfasilitasi anak-anak dan remaja berani menyuarakan pendapat, membangun self-esteem yang kuat dan berani menolak ajakan yang merugikan.
Kedua, membangun komitmen: menciptakan komitmen bersama di kalangan anak-anak dan remaja serta pemangku kepentingan untuk menjadi agen perubahan di Wilayah Kemantren Wirobrajan.
Dukungan orang tua
Ketiga, menyediakan ruang aman: menyediakan ruang diskusi yang aman dan nyaman bagi anak-anak dan remaja untuk bertanya dan berbagi tanpa rasa dihakimi. Keempat, menjalin keakraban antar sesama anak.
“Kami juga memohon dukungan dari para orang tua untuk tetap membangun komunikasi yang hangat dengan anak-anak selama liburan. Pengawasan terbaik bukanlah larangan, melainkan dialog yang terbuka,” tambah Ayra selaku Ketua Forum Anak Kemantren Wirobrajan.
Pihaknya berharap melalui kampanye ini angka kekerasan pada anak dan perilaku berisiko di kalangan remaja dapat ditekan, sehingga para siswa dapat kembali ke sekolah dalam keadaan sehat dan penuh semangat baru Januari 2026.
Forum Anak Wirama (Wirobrajan Ramah, Aktif dan Mandiri) adalah wadah partisipasi anak yang dibina oleh Kemantren Wirobrajan sebagai Kemantren Layak Anak di bawah koordinasi Dinas P3AP2KB Kota Yogyakarta sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan anak-anak dalam rangka pemenuhan hak anak dan perlindungan anak. (*)
Siaran Pers
