Menyiapkan Relawan Muda, 142 Mahasiswa Baru STIKES Purworejo Ikuti Diklatsar Kebencanaan

Menyiapkan Relawan Muda, 142 Mahasiswa Baru STIKES Purworejo Ikuti Diklatsar Kebencanaan
Sebanyak 142 mahasiswa baru STIKES Pemkab Purworejo mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) serta simulasi bencana yang diselenggarakan KSR PMI Unit STIKES Pemkab Purworejo sebagai pembekalan dasar menjadi relawan kemanusiaan. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO — Menjadi tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kesiapsiagaan saat menghadapi situasi darurat. Semangat itulah yang ditanamkan Korps Sukarela (KSR) PMI Unit STIKES Pemkab Purworejo melalui Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) serta simulasi bencana yang diikuti 142 mahasiswa baru.

"Kegiatan Diklatsar dan simulasi bencana diikuti 142 mahasiswa baru Program Studi S1 Keperawatan dan D3 Keperawatan sebagai langkah awal membentuk relawan muda yang kompeten, disiplin, dan berjiwa kemanusiaan," ujar Pembina KSR PMI Unit STIKES Pemkab Purworejo, Bayu Seto Rindi Atmojo dalam siaran pers yang diterima koranbernas.id, Rabu (8/7/2026), terkait pelaksanaan Diklatsar dan simulasi bencana pada 10–11 Januari 2026.

Menurut Bayu, pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen KSR PMI Unit STIKES Pemkab Purworejo dalam meningkatkan kapasitas mahasiswa di bidang kegawatdaruratan dan kebencanaan.

Selain dibekali keterampilan teknis, peserta juga diajak menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong yang menjadi dasar setiap kegiatan kerelawanan.

Komandan KSR PMI Unit STIKES Pemkab Purworejo, Agha Bachtiar Ramdhan, menjelaskan peserta memperoleh materi mengenai sejarah Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, prinsip-prinsip kepalangmerahan, pertolongan pertama, kesiapsiagaan bencana, evakuasi korban, kepemimpinan, komunikasi, hingga manajemen relawan.

Materi diberikan oleh instruktur dari PMI Kabupaten Purworejo dan Yonif 412 Purworejo.

Tidak hanya mengikuti pembelajaran di kelas, para peserta juga menjalani praktik dan simulasi lapangan yang dirancang menyerupai kondisi darurat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dilatih mengambil keputusan secara cepat, bekerja sama dalam tim, serta memberikan pertolongan pertama kepada korban sesuai prosedur.

Ketua Panitia, Esa Bima, mengatakan pelatihan ini bertujuan membentuk relawan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga empati, integritas, dan tanggung jawab sosial.

Sementara itu, Ketua Program Studi D3 Keperawatan, Emerita, mengapresiasi penyelenggaraan Diklatsar sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa.

Menurutnya, keberadaan KSR menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama melalui berbagai kegiatan kemanusiaan. (*)