Bayer Kenalkan Camalus, Petani Tak Lagi Perlu Campur Dua Insektisida
KORANBERNAS.ID, SIMALUNGUN — Bayer Indonesia meluncurkan Camalus, insektisida generasi terbaru untuk tanaman hortikultura yang diklaim mampu mengendalikan hama pengunyah dan hama penusuk-pengisap secara bersamaan. Indonesia menjadi negara ketiga secara global yang meluncurkan produk tersebut setelah India dan Filipina.
"Tantangan yang dihadapi petani hortikultura semakin kompleks karena hama pengunyah dan pengisap umumnya menyerang secara bersamaan. Camalus hadir untuk menjawab kebutuhan petani yang selama ini harus mencampur dua jenis insektisida dalam satu siklus tanam," ujar Head of Field Solutions Bayer South East Asia & Pakistan, Kukuh Ambar Waluyo saat peluncuran Camalus di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, Senin (6/7/2026).
Menurut Kukuh, Camalus telah melalui proses riset dan pengembangan selama sekitar 10 tahun, mulai dari penemuan molekul, pengujian laboratorium, uji efikasi, studi keamanan, hingga registrasi. Produk tersebut juga diuji melalui ratusan uji lapangan di Indonesia, termasuk di pusat riset Bayer JUARA di Klaten.
Bayer mengklaim Camalus menggunakan dua bahan aktif dengan mekanisme kerja ganda (dual mode of action) sehingga mampu mengendalikan hama pengunyah dan penusuk-pengisap secara bersamaan.
Berdasarkan hasil uji lapangan, penggunaan produk ini berpotensi membantu menyelamatkan hasil panen dari serangan hama sekaligus menekan biaya produksi karena petani tidak lagi perlu mencampur beberapa jenis insektisida.
Peluncuran Camalus dilakukan di Sumatra Utara yang merupakan salah satu sentra hortikultura nasional dan penghasil cabai terbesar ketiga di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, sekitar 350 petani juga menyaksikan demonstrasi aplikasi Camalus pada tanaman cabai, tomat, dan kubis.
Commercial Unit Lead West Bayer Crop Science Indonesia, Krisna Dwi Laksono, mengatakan Bayer juga memprioritaskan kemudahan akses petani terhadap teknologi pertanian.
"Kami memastikan Camalus tersedia dekat dengan keseharian petani sehingga semakin banyak petani hortikultura yang dapat merasakan manfaat teknologi ini untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (8/7/2026).
Sepanjang 2026, Bayer akan mendistribusikan Camalus ke 13 provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Bali.
Produk ini dipasarkan dalam kemasan co-pack 100 ml melalui jaringan kios tani, termasuk Better Life Farming Center (BLFC), disertai pendampingan teknis dari tim agronomis Bayer. (*)
Wahyu Nur Asmani EW
