Kamis, 27 Jan 2022,


ada-implikasi-besar-di-balik-data-dan-statistika-covidRektor UJB, Dr Ir Edy Sriyono MT mewisuda 11 lulusan terbaik program Sarjana dan Pascasarjana. (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)


Yvesta Putu Ayu Palupi
Ada Implikasi Besar di Balik Data dan Statistika Covid

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Pandemi Covid-19 memberi pelajaran penting tentang perlunya mempersiapkan generasi masa depan bangsa yang lebih baik, lebih kuat dan lebih berkelanjutan. Sebab Covid-19 mengancam putusnya rantai proses tersebut.


“Kita tidak boleh kalah begitu saja dengan pandemi ini,” ujar Dr Ir Edy Sriyono MT, Rektor Universitas Janabadra Yogyakarta (UJB), saat mewisuda 388 lulusan Sarjana dan Pascasarjana secara luring terbatas di kampus setempat, Sabtu (28/8/2021).

  • Pusat Karir Ini Bantu Keterserapan Kerja Mahasiswa
  • Ini Cara Sekolah Tingkatkan Minat Siswa ke Kampus

  • Edy berharap lulusan Universitas Janabadra harus memiliki kepekaan sosial yang tinggi dan kepedulian terhadap masa depan bangsa. Hal itu bisa dimulai dari diri sendiri dan lingkungan masing-masing.

    Apalagi saat ini Indonesia dan negara-negara lain masih berjuang melawan pandemi. “Terkadang kita mereduksi korban Covid-19 sebagai sebuah angka semata. Padahal, terdapat implikasi yang luar biasa besar di balik data dan statistika tersebut,” kata dia.

  • Kampus Harus Ikuti Revolusi Industri

  • Investasi bagi sumber daya anak-anak sangat penting bagi masa depan masyarakat dan negara. Investasi semacam ini memiliki tingkat pengembalian yang tinggi dan terakumulasi seumur hidup dari satu generasi ke generasi selanjutnya.

    Semua pihak harus ikut bertanggung jawab mengatasi masalah ini. Universitas Janabadra, misalnya, ikut berupaya memperkuat protokol kesehatan dan mendukung vaksinasi.

    Kampus ini telah memberikan vaksin tahap satu dan dua kepada hampir semua dosen dan tenaga kependidikan yaitu sebanyak 224 orang. Pada 14-15 Agustus 2021, Universitas Janabadra bekerja sama dengan Grup 2 Kopassus memberikan vaksin tahap satu kepada 1.445 orang, yang terdiri dari sebagian besar mahasiswa Universitas Janabadra, beberapa dosen/tenaga kependidikan dan keluarganya yang belum divaksinasi,  mahasiswa di luar Universitas Janabadra serta masyarakat sekitar kampus.

    “Walau belum seberapa, upaya semacam ini diharapkan mampu mencegah kematian pengasuh di masa depan dan membendung bertambahnya gelombang yatim piatu,” ungkapnya.

    Tapi tentu saja hal itu tidaklah cukup. “Kita membutuhkan kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat untuk memajukan akses dan distribusi vaksin lebih lanjut. Kita juga perlu membangun strategi penguatan sistem kesehatan dan kesiapsiagaan pandemi,” kata dia.

    Pekerjaan ini sangat sulit karena di Indonesia, faktanya, tidak semua orang bersedia divaksinasi atas alasan yang cenderung kurang rasional. Apalagi banyaknya isu mengenai hoaks vaksin Covid-19 masih mewarnai pemberitaan dan komunikasi sosial media.

    Bahkan Kominfo menyatakan hoaks di internet didominasi oleh kelompok tua. Kompleksnya permasalahan pandemi ini juga menuntut untuk memperkuat pelembagaan keluarga. Penguatan keluarga dapat menghindari risiko perkembangan fisik, mental dan psikososial anak-anak,” tambahnya.

    "Memajukan akses ke pengasuhan berbasis keluarga yang aman, stabil, dan terpelihara mutlak dilakukan. Dan ini semua bisa dimulai dari lingkungan terkecil kita, yaitu keluarga kita masing-masing,” paparnya.

    Wakil Rektor I UJB, Erna Sri Wibawanti SH MHum mengungkapkan UJB menggelar wisuda lulusan mereka secara luring terbatas. Wisuda kali ini hanya diwakili 11 lulusan terbaik dari masing-masing program studi (prodi).

    “Sebelas wisudawan dan wisudawati yang merupakan lulusan terbaik diwisuda rektor di kampus dengan protokol kesehatan ketat. Sedangkan sisanya wisuda secara online oleh masing-masing kaprodi,” jelasnya.

    Lulusan terbaik dari Program Magister Manajemen dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.86 diraih Indra Budi Santoso SE MM. Program Magister Manajemen dengan IPK 3.95 dan rerata IPK  3.71 diraih Rutha Mathilde Santana SE MM.

    Dari Program Magister Hukum dengan IPK 3.83, Agus Muhamad Yasin SSos MH. Program Magister Teknik Sipil dengan IPK 3.47 diraih Theofilus Yoel Lufung ST MT.

    Sedangkan Program Sarjana, lulusan terbaik Prodi Manajemen dengan IPK 3.69 diraih Mei Nur Wulandari SM. Dari Prodi Akuntansi dengan IPK 3.56 diraih M Nasrulloh SAk. Prodi Ekonomi Pembangunan dengan IPK 3.92 diraih Laila Nur Aprillia SE. Prodi Hukum dengan IPK 3.97 diraih Nailus Sa'adah SH.

    Prodi Teknik Sipil dengan IPK 3.63 diraih Yekti Anggun Eka Dariyanti ST. Prodi Teknik Informatika dengan IPK 3.56 diraih Eka Wahyu An'nuuru Anggraini, SKom. Prodi Agribisnis dengan IPK 4.00 diraih Berti Indraswari SP. (*)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini