Simulasi di SMAN 1 Ngaglik, Literasi Digital Komunikasi Hati Solusi Cegah Cyberbullying
Komunikasi hati menjadi penting di era media sosial yang sarat konflik dan ujaran kebencian.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Upaya membangun karakter pelajar sekaligus mencegah maraknya kasus cyberbullying kembali digaungkan melalui program literasi digital berbasis komunikasi hati.
Tim Penelitian SIKOMHATI (Literasi Komunikasi Hati) yang dipimpin Prof Dr Puji Lestari MS, bekerja sama dengan Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) DIY, menggelar simulasi implementasi model literasi digital di SMA Negeri 1 Ngaglik Sleman, Rabu (3/9/2025).
Kegiatan itu diikuti 144 siswa kelas XI, para guru bimbingan konseling serta Kepala SMA Negeri 1 Ngaglik, Yunan Helmi. Tim peneliti UPN Veteran Yogyakarta kolaborasi dengan mitra, di antaranya Sri Isworo Ediningsi dan Agnes Indar Etikawati, Psikolog dari Universitas Sanata Dharma, serta sejumlah pengembang teknologi pendidikan dari Balai Tekkomdik DIY.
Puji memperkenalkan konsep dasar SIKOMHATI yang digagas sejak 2021. Teori komunikasi hati ini menekankan pentingnya olah pikir positif, olah rasa, kemampuan mengelola perasaan negatif serta mengasah simpati dan empati.
Kebiasaan baik
“Orang yang terbiasa melakukan olah pikir dan olah rasa ke arah positif akan mengarahkan sikap positif. Sikap positif membentuk perilaku positif, lalu kebiasaan baik, dan pada akhirnya mendatangkan nasib yang baik. Sebaliknya, pikiran negatif akan melahirkan sikap, perilaku, hingga kebiasaan buruk yang berdampak pada nasib kurang menguntungkan," jelasnya.
Sebagai salah satu ilmuwan sosial peringkat teratas di UPN Veteran Yogyakarta versi AD Scientific Index, Puji menegaskan komunikasi hati menjadi penting di era media sosial yang sarat konflik dan ujaran kebencian. Lebih dari sekadar program literasi, simulasi komunikasi hati ditujukan sebagai bekal mental bagi generasi muda menghadapi tantangan era digital.
Para siswa diajak menerapkan komunikasi hati bukan hanya dalam pergaulan sehari-hari, tetapi juga dalam dinamika sosial yang lebih luas, termasuk kehidupan politik bangsa yang belakangan diwarnai ujaran kebencian di media sosial.
Dengan semangat kolaborasi antara peneliti, sekolah dan lembaga teknologi pendidikan, literasi digital berbasis komunikasi hati diharapkan menjadi solusi preventif yang efektif untuk mencegah cyberbullying sekaligus menciptakan budaya komunikasi yang sehat di lingkungan pendidikan.
Ruang dialog
Sementara Agnes menjelaskan fenomena bullying dan cyberbullying di kalangan remaja. Dia membuka ruang dialog bagi siswa untuk berbagi persoalan sosial yang dihadapi, mulai dari kurangnya kepercayaan diri, kesulitan komunikasi, pengaruh kelompok pertemanan, hingga perbedaan pendapat yang sering menimbulkan gesekan.
Guru BK SMAN 1 Ngaglik, Wawan, mengapresiasi pendekatan literasi digital komunikasi hati. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam program ini memudahkan siswa memahami materi sekaligus membantu guru dalam pembinaan.
“Kami berharap program ini benar-benar diimplementasikan secara berkelanjutan, dan konten di www.sikomhati.id dapat menjadi media pembelajaran karakter yang bermanfaat,” ujarnya.
Sementara itu, Yunan Helmi menyambut baik penerapan platform SIKOMHATI di sekolahnya. Program ini mampu memperkuat hubungan antara siswa, guru dan tenaga kependidikan.
Respons positif
“Evaluasi berkala perlu dilakukan agar manfaat sistem ini benar-benar dirasakan dalam mengatasi perilaku negatif seperti bullying, baik langsung maupun di dunia digital,” tambahnya.
Selain teori, siswa juga diperkenalkan platform Sikomhati.id oleh Erick Syafriatna, pengembang aplikasi dari Balai Tekkomdik DIY. Mereka diarahkan membuat akun, membaca materi serta mengisi asesmen sebagai alat ukur pemahaman. Siswa dibagi dua kelompok. Satu membaca konten literasi dan kelompok lain mengerjakan asesmen.
Respons siswa sangat positif sebab program ini relevan dengan kehidupan sosial mereka sehari-hari. Mereka berharap literasi digital komunikasi hati dapat menjadi bagian rutin dari kegiatan sekolah, sekaligus menjadi langkah nyata menanggulangi bullying.
Selain diskusi, kegiatan ditutup penyerahan buku Komunikasi Hati kepada pihak sekolah dan Tekkomdik DIY. Para siswa pun bisa mengunduh e-book teori komunikasi hati secara gratis melalui laman resmi UPNVY. (*)
Yvesta Putu Ayu Palupi
