Pemuda Pancasila Gelar Sholawat Kebangsaan, Gaungkan Pencegahan Judol dan Pinjol
KORANBERNAS.ID, BANTUL – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Bantul memanfaatkan momentum Bulan Pancasila dengan menggelar Pengajian Bulan Pancasila dan Sholawat Kebangsaan di Lapangan Trirenggo, Bantul, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan yang dimulai pada pukul 19.00 WIB tersebut diharapkan menjadi ikhtiar bersama mencegah dampak judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang dinilai turut memicu berbagai persoalan sosial di masyarakat. Panitia memperkirakan kegiatan akan dihadiri 3.000 hingga 5.000 jamaah.
Acara yang terbuka untuk umum itu akan menghadirkan Gus Miftah Habiburrohman, Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, serta Gus Yusuf Macul Langit atau KH Muhammad Yusuf Chudlori, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bantul, Adi Susanto SH CTL, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari keprihatinan organisasinya terhadap tingginya persoalan sosial di Bantul, termasuk kasus bunuh diri yang diduga dipicu persoalan utang akibat pinjaman online maupun keterlibatan dalam judi online.
"Berdasarkan hasil investigasi pihak kepolisian, banyak kasus bunuh diri dipicu karena terjerat utang pinjaman online maupun judi online. Sebagai organisasi kemasyarakatan, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut memberikan solusi dan sumbangsih positif bagi masyarakat," ujar Adi saat jumpa pers di Lapangan Trirenggo, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Adi, Bulan Pancasila dipilih karena sejalan dengan nilai-nilai dasar yang menjadi landasan organisasi. Melalui kegiatan keagamaan tersebut, Pemuda Pancasila ingin menghadirkan ruang penguatan moral dan spiritual bagi masyarakat.
Kegiatan ini mendapat dukungan PT Malahayati Nusantara Raya yang bergerak di bidang pendampingan penanganan persoalan pinjaman online dan judi online.
"Harapannya ini menjadi ikhtiar bersama untuk mencegah judi online dan pinjaman online di tengah masyarakat," katanya.
Kepala Cabang Yogyakarta PT Malahayati Nusantara Raya, Windy T.W., mengatakan para korban pinjaman online maupun judi online tidak hanya membutuhkan penyelesaian persoalan ekonomi, tetapi juga pemulihan mental.
"Melalui pengajian dan sholawat ini kami berharap masyarakat memperoleh penguatan moral, mental, dan spiritual sehingga mampu bangkit dari persoalan yang dihadapi," ujarnya.
Sementara itu, Gus Yusuf Macul Langit mengapresiasi langkah Pemuda Pancasila menggelar kegiatan keagamaan.
"Ini pertama kalinya saya melihat Pemuda Pancasila mengadakan kegiatan seperti ini. Semoga tetap istiqamah di jalan yang baik dan benar," katanya.
Ketua Panitia Bima Setyawan mengatakan panitia telah menyiapkan pengamanan bersama Polres Bantul, Kodim 0729/Bantul, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Linmas, serta 50 personel pengamanan internal Koti Mahatidana.
Akses menuju lokasi disiapkan melalui sisi selatan, barat, timur, dan utara. Kantong-kantong parkir juga telah disiapkan dan akan dikelola masyarakat sekitar.
Selain Bupati Bantul, panitia turut mengundang jajaran Forkopimda, Forkopimkap, dan berbagai organisasi kemasyarakatan untuk menghadiri kegiatan tersebut. (*)
Sariyati Wijaya
