Lula Kamal: JKN Harus Lebih Fokus Cegah Penyakit daripada Mengobati
KORANBERNAS.ID, KEBUMEN — Dewan Pengawas BPJS Kesehatan menyoroti masih besarnya tantangan dalam pelaksanaan upaya promotif dan preventif pada Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Realisasi anggaran yang belum optimal, dominasi pembiayaan layanan kuratif, hingga tingginya angka rujukan untuk kasus yang seharusnya dapat ditangani di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diperkuat.
"Program JKN tidak hanya hadir ketika masyarakat sakit. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat tetap sehat melalui berbagai upaya promotif dan preventif," ujar Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Lula Kamal saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka monitoring dan evaluasi implementasi Program JKN di RSUD Dr. Soedirman Kebumen dan Puskesmas Pejagoan, Kebumen pada Senin (6/7/2026).
"Oleh karena itu, penguatan layanan primer dan koordinasi pelayanan antara FKTP dan FKRTL menjadi kunci agar penyakit dapat dicegah sejak dini dan kebutuhan pelayanan rujukan dapat ditekan," lanjutnya.
Lula menjelaskan, Program JKN telah mengembangkan berbagai layanan promotif dan preventif, antara lain Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) untuk deteksi dini faktor risiko penyakit, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) bagi peserta diabetes melitus dan hipertensi, serta Program Rujuk Balik (PRB) guna menjamin kesinambungan pelayanan pasien kronis yang kondisinya telah stabil.
"Penguatan fungsi gatekeeper di FKTP juga terus didorong sebagai bagian dari transformasi pelayanan primer," lanjutnya.
Meski demikian, menurutnya efektivitas Prolanis dan PRB masih perlu ditingkatkan. Ia juga menekankan pentingnya integrasi data dan aplikasi pelayanan kesehatan agar tidak terjadi duplikasi pencatatan serta hasil skrining kesehatan benar-benar dimanfaatkan sebagai dasar tindak lanjut pelayanan bagi peserta yang memiliki faktor risiko.
Selama kunjungan, Lula meninjau pelaksanaan berbagai layanan promotif dan preventif sekaligus berdialog dengan jajaran manajemen rumah sakit, Puskesmas Pejagoan, tenaga kesehatan, serta BPJS Kesehatan Cabang Kebumen mengenai tantangan dan peluang penguatan layanan kesehatan primer.
Pelaksana Tugas Direktur RSUD Dr. Soedirman Kebumen, Wahyu Adiwinanto, menyatakan pihaknya berkomitmen mendukung penguatan layanan promotif dan preventif melalui kolaborasi dengan BPJS Kesehatan dan FKTP.
Menurutnya, sinergi antarfasilitas kesehatan menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan pelayanan peserta JKN.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, mengatakan pihaknya akan terus mengoptimalkan fungsi gatekeeper FKTP melalui penguatan Prolanis, Program Rujuk Balik, sistem rujukan berjenjang, serta integrasi sistem informasi kesehatan untuk mengurangi duplikasi pencatatan.
Edukasi kepada peserta JKN juga akan diperkuat agar masyarakat lebih memahami pentingnya memanfaatkan layanan kesehatan primer dan mengikuti program promotif serta preventif. (*)
Wahyu Nur Asmani EW
